ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT Tinjau Proyek Geotermal di Mataloko di Kabupaten Ngada

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Ka Sa’o adalah upacara adat syukuran yang dilakukan setelah pembangunan atau peresmian rumah adat (Sa’o).

Upacara ini merupakan bentuk syukur kepada leluhur dan sebagai penanda bahwa rumah adat tersebut sudah siap dihuni.

Rumah adat (Sa’o) memiliki nilai sakral dan menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Ngada.

Leonardus Bhara, Rokoh Adat Suku Gisi Azi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT bersama rombongan dalam acara syukuran Ka Sa’o ini.

Baca Juga :  Launching NTT Mart Manggarai Barat, Gubernur Melki : Wujud Nyata Ekonomi Kerakyatan dan Etalase Produk Unggulan NTT

Hal ini, menurutnya, sebagai bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat adat di wilayah ini.

Melki Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, bahwa acara syukuran Ka Sa’o ini mempunyai arti dan makna yang sangat mendalam.

“Hal mengingat kita tentang rumah dan asal usul kehidupan. Kita ini punya rumah asal, itu harus kita jaga karena dari situ kita berasal. Pesannya adalah kita punya rumah, punya cerita, dan sejarah yang harus dirawat dan diwariskan ke generasi penerus kita,” pesan beliau.

Baca Juga :  Di Balik Semarak Deklarasi Akbar MLL-JA, Seekor Anjing Melolong dan Menarik Perhatian Publik

Kepada 24 Wailaki Suku Gisi Azi yang merayakan syukuran Ka Sa’o ini, Gubernur NTT mengucapkan selamat dan proficiat atas kebersamaan dan ruang perjumpaan penuh persaudaraan yang terjalin dalam acara ini.

 

 

  • Bagikan