Ka Sa’o adalah upacara adat syukuran yang dilakukan setelah pembangunan atau peresmian rumah adat (Sa’o).
Upacara ini merupakan bentuk syukur kepada leluhur dan sebagai penanda bahwa rumah adat tersebut sudah siap dihuni.
Rumah adat (Sa’o) memiliki nilai sakral dan menjadi pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Ngada.
Leonardus Bhara, Rokoh Adat Suku Gisi Azi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT bersama rombongan dalam acara syukuran Ka Sa’o ini.
Hal ini, menurutnya, sebagai bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap masyarakat adat di wilayah ini.
Melki Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, bahwa acara syukuran Ka Sa’o ini mempunyai arti dan makna yang sangat mendalam.
“Hal mengingat kita tentang rumah dan asal usul kehidupan. Kita ini punya rumah asal, itu harus kita jaga karena dari situ kita berasal. Pesannya adalah kita punya rumah, punya cerita, dan sejarah yang harus dirawat dan diwariskan ke generasi penerus kita,” pesan beliau.
Kepada 24 Wailaki Suku Gisi Azi yang merayakan syukuran Ka Sa’o ini, Gubernur NTT mengucapkan selamat dan proficiat atas kebersamaan dan ruang perjumpaan penuh persaudaraan yang terjalin dalam acara ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











