ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pesan Tegas Kapolda NTT Saat Tinjau Seleksi Taruna AKPOL 2026 di Kupang, Jangan Percaya Calo

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
JJJ
Pesan Tegas Kapolda NTT Saat Tinjau Seleksi Taruna AKPOL 2026 di Kupang, Jangan Percaya Calo ( Ist)

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —   Suasana tegang bercampur harapan tampak memenuhi ruang pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Akademik dan Uji Komputer penerimaan terpadu Taruna/Taruni AKPOL Tahun Anggaran 2026 di SMA Negeri 3 Kupang, Kamis (7/5/2026) pagi.

Di tengah keseriusan para peserta menghadapi tahapan seleksi, hadir langsung Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si untuk memberikan semangat sekaligus memastikan proses seleksi berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan.

Didampingi Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. H. Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum serta sejumlah pejabat utama Polda NTT, Kapolda menyapa satu per satu peserta yang berjumlah 45 orang, terdiri dari 41 pria dan 4 wanita.

Baca Juga :  Polda NTT Bongkar Jaringan Penyelundupan Thrifting Ilegal, 157 Ballpress Diamankan

Namun, bukan sekadar meninjau pelaksanaan ujian, Kapolda NTT juga memberikan pesan yang sangat kuat kepada para calon Taruna dan Taruni AKPOL agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta.

“Jangan sampai kalian jadi korban penipuan. Jangan percaya kalau ada orang yang datang, entah itu masyarakat, anggota polisi, bahkan panitia sekalipun, yang menjanjikan kelulusan,” tegas Irjen Pol Rudi Darmoko di hadapan peserta.

Baca Juga :  Buntut Kasus Penganiayaan Tahanan,  Kapolsek Sasitamean Dicopot, Eben Minta Kapolda NTT PDHT Oknum Polisi Ande Boro 

Dengan nada penuh penekanan, Kapolda menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak yang dapat menjamin kelulusan dalam proses seleksi AKPOL.

“Tidak ada yang bisa membantu menjamin kalian lulus. Saya sebagai Kapolda saja tidak bisa menjamin kalian lulus, apalagi panitia atau masyarakat. Kalau ada yang datang menawarkan bantuan, itu bohong,” ujarnya.

  • Bagikan