Selain itu Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi PAD melalui pajak kendaraan bermotor, karena merupakan penghasil pajak terbesar dan pembersihan data kemiskinan agar bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran dan data jumlah orang miskin di NTT lebih akurat dan publikasi kerja pemerintah pusat dan daerah, baik di masa lalu, yang sedang dikerjakan maupun yang sedang direncanakan.
Sementara itu Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST., dalam sambutannya menyampaikan program-program yang sudah dijalankan.
Program tersebut yakni memberikan bantuan ayam petelur kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk stimulan ekonomi, menyiapkan masterplan pengembangan Laguna Waikuri dan Pantai Mananga Aba untuk ditawarkan ke investor, rehabilitasi rumah layak huni, pemasangan meteran listrik dan infrastruktur pendukung konektivitas di kawasan kumuh, program keluarga harapan, bantuan alsintan, bantuan ternak ke kelompok masyarakat, MoU dengan investor.
“Bapak Gubernur kami juga telah membuka rute penerbangan baru oleh maskapai Batik Air. Ini adalah langkah strategis pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam meningkatkan konektivitas dan membuka peluang promosi pariwisata daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga memberikan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal sebagai upaya perlindungan sosial, pemberian bantuan bibit hortikultura, digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah, dan revitalisasi pasar.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus mendorong UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Selain itu kami sedang mendirikan Tambolaka Kuliner Centre (TCC) dengan menghimpun UMKM yang ada. Kami juga memberikan program beasiswa agar semakin banyak anak-anak dari Sumba Barat Daya yang mengenyam pendidikan tinggi,” jelasnya.
Bupati Sumba Barat Daya juga mengatakan setiap bulan dirinya bersama pemangku kepentingan, melakukan diskusi tematik sebulan sekali untuk membahas persoalan dan mencari solusi. Salah satunya adalah terkait data kemiskinan. Pemerintah Sumba Barat Daya bekerja sama dengan Pokja Penanggulangan Kemiskinan, memastikan data penduduk miskin dan miskin ekstrim agar bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah pusat tepat sasaran.
Selain memberikan arahan, Gubernur juga berkesempatan mengunjungi NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya dan berbelanja berbagai produk mulai dari tenun, kopi, olahan pangan lokal, hingga pakaian dan tas tenun yang dijual di NTT Mart.
Langkah ini mendorong ASN di NTT dan masyarakat lokal, agar semakin banyak yang mengenal dan berbelanja di NTT Mart untuk mendukung ekonomi rakyat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











