ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Melki Minta Pendekatan Personal Pada PPPK dan Perangkat Daerah Provinsi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ( Antonius Taolin )

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Apt meminta  pendekatan personal para Kepala Daerah se-NTT dan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait wacana PPPK yang akan dirumahkan, dampak dari batas maksimal 30% belanja pegawai dari APBD.

Pendekatan personal ini, merupakan salah satu langkah yang disampaikan Melki dalam Rapat bersama para Bupati dan Walikota se-NTT yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Situasi ini perlu pendekatan personal dengan teman-teman PPPK. Alangkah baiknya kita dengarkan pendapat mereka, dan harapan mereka seperti apa. Apa yg menjadi catatan untuk kita, sehingga kita juga bisa bergerak. Saya sudah minta teman-teman pimpinan OPD melakukan pendekatan apa saja masukan dari PPPK,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Sumba Barat Daya Cornelis Kodi Mete Akan Membangun Dari Desa

Menurut Melki, suka atau tidak harus ada keseimbangan antara peraturan pusat dan kebutuhan para PPPK.

“PPPK kita atur sesuai kebutuhan, kita kerja maksimal, di saat yang sama kita juga tanya apa keinginan PPPK yang bisa kita fasilitasi. Bagi yang punya niat wirausaha, kita siapkan skema di sana. Kita dorong ini sebagai potensi, siapa tahu dengan situasi ini bisa menjadi hal positif bagi NTT. Kita bisa gerakan PPPK untuk memberdayakan sektor produktif,” jelas Melki.

Baca Juga :  5.480 PPPK Tahap 1 Terima SK dari Pemprov NTT

Melki juga memberikan apresiasi bagi para kepala daerah yang telah proaktif menyampaikan keluhan, dan usulan dalam rapat tersebut. Hasil rapat ini, menurutnya perlu menjadi perhatian serius para pihak agar saling berkolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan.

Selain itu Melki kembali menegaskan agar para kepala daerah memberikan perhatian pada data kemiskinan ekstrim.

Baca Juga :  Pemprov NTT Jalin Kolaborasi dengan Diaspora untuk Bangun Daerah

“Kami juga minta dukungan dari setiap kepala daerah, kita harus serius dan perhatikan ekstra data kemiskinan. Karena di media masih ada berita orang mati terima bansos. Kita perlu kerja sama, kita bersihkan data ini sehingga kita urus orang miskin. Orang yang bermental miskin harus kita pangkas,” tegasnya.

  • Bagikan