Dilanjutkannya, setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda, demikian pula dengan pola penanganannya, sehingga perlu adanya tukar informasi termasuk dengan Negara-negara tetangga seperti Fiji, agar pengetahuan menghadapi bencana akan semakin baik.
“Kesiapsiagaan bencana memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi non pemerintah, komunitas, dan sektor swasta. Koordinasi yang baik antar lembaga-lembaga ini sangat penting untuk menjamin merespon yang cepat dan efektif pada saat bencana terjadi”, jelas Mesak Elfeto.
Sementara itu Samiasi Raisevu Ditoka mengatakan, dari kunjungan ke Kabupaten Kupang khususnya di Desa Tanah Putih dan melihat keterlibatan masyrakat dalam menghadapi bencana melalui program SIAP SIAGA, ia semakin yakin bahwa kesiapan menghadapi bencana haruslah melibatkan masyarakat. Oleh karena itu dengan memperhatikan kearifan lokal di negaranya Fiji, sistem SIAP SIAGA akan coba diaplikasikan.
“ Apa yang dilakukan masyarakat Kabupaten Kupang, NTT dalam persiapan menghadapi bencana, sangat menginspirasi kami. Ini adalah akan kami jabarkan sebagai kearifan lokal dinegara kami Fiji ,” kata Samiasi Raisevu Ditoka.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTT Kornelis Wadu, Kalak BPBD Kabupaten Kupang Semuel Tinenti, Plt.Camat Kupang Timur Yosafat Dokobani, Kepala Desa Tanah Putih Thomas Olla,serta perwakilan LSM CIS Timor yang terlibat aktif dalam program SIAP SIAGA.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











