ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Melakukan Masisifikasi Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Disebutkan Gerakan Penganekaragaman ini melibatkan 1.000 peserta, termasuk 900 murid dari tingkat SD, SMP, SMA, serta 100 murid dari SLB dan panti asuhan. Acara tersebut juga mengusung program edukasi konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) melalui dongeng dan penyediaan 1.000 menu makan berbasis sorgum sebagai sarapan sehat untuk peserta.

“Kegiatan ini mengusung konsep edukasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang disampaikan secara kreatif melalui dongeng. Selain itu, kami juga menyediakan 1.000 menu makan dan beragam camilan berbasis sorgum sebagai sarapan sehat bagi para peserta,” kata Rinna.

Rinna menambahkan bahwa program edukasi ini telah diperluas melalui inisiatif B2SA Goes to School (BGtS). Pada 2023, BGtS telah menjangkau 128 sekolah di 32 provinsi. Pada 2024, program ini ditargetkan menjangkau 380 sekolah di 38 provinsi dengan sasaran 95 ribu murid.

Baca Juga :  Di Flotim, Wartawan TVRI Diancam Petugas SPBU

“Kami juga menggandeng pihak sekolah dalam implementasi BGtS. Pada tahun 2024, kami menargetkan BGtS dapat menjangkau 380 sekolah di 38 provinsi dengan melibatkan sekitar 95 ribu murid. Hal ini menunjukkan komitmen kami dalam memperluas edukasi pangan sehat kepada generasi muda di seluruh Indonesia,” ujar Rinna.

Sementara itu Diana Widiastuti, Founder PT Sorgha Sorghum Sejahtera, yang berbasis di NTT menyampaikan antusiasnya atas dukungan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan sorgum,

Baca Juga :  Gedung Graha Poltekkes Kemenkes Kupang Akan Dilauching Bulan Mei 2025 Mendatang

“Kami bangga karena produk sorgum yang kami tanam dapat menjadi bagian dari program ini. Harapannya, masyarakat semakin sadar akan manfaat dan potensi sorgum sebagai pangan lokal unggulan,” ujar Diana Widiastuti.

Pentingnya pemanfaatan sorgum dalam konteks ketahanan pangan jelas Diana Widiastuti telah disampaikan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan biodiversitas yang tidak dimiliki negara lain, dan salah satunya yang perlu dikembangkan adalah potensi sorgum sebagai sumber karbohidrat yang sarat gizi.

“Biodiversity Indonesia itu terbesar kedua di dunia, sehingga sebenarnya kesempatan kita untuk meningkatkan ketahanan pangan itu terbuka lebar, termasuk sorgum untuk sumber karbohidrat selain beras,” kata Arief.

Baca Juga :  Kapolda NTT Resmikan Sumur Bor di Sikumana Kota Kupang

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pemimpin daerah, diantaranya Pj. Walikota Kupang, Linus Lusi, Pj. Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu, Pj. Ketua TP. PKK dan Pembina Posyandu Provinsi NTT, Santi Ambarwati, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Marthen A. Rahakbauw, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda beserta jajaran, Pj. Ketua TP. PKK Kota Kupang, Angela Lusi-Deran, dan Kepala Desa Otan, Yapi Rolet Holbala, serta mitra dari berbagai lembaga.

  • Bagikan