Di hadapan para pelajar peserta kampanye, Johni Asadoma yang juga mantan Kapolda NTT itu mengajak mereka untuk turut serta menyebarkan pesan penting tentang pencegahan polio di lingkungan masing-masing.
“Pulang dari sini, sampaikan ke orang tua, teman, dan tetangga tentang bahaya polio. Kita tidak mau ada anak NTT yang menderita karena kelumpuhan akibat penyakit ini,” imbaunya.
Selain menyerukan kampanye anti-polio, Johni juga mengingatkan para pelajar agar menjaga pola hidup sehat dan menjauhi pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.
Sementara itu, Ratna Pongkapadang dari Rotary Club District Kupang menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT. Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor merupakan elemen penting dalam menciptakan NTT bebas polio.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur. Ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap misi global Rotary dalam mengakhiri polio,” kata Ratna.
Salah satu peserta, Misel Elu, pelajar dari SMPN 21 Kupang, mengaku bangga bisa ikut serta dalam kampanye tersebut. “Senang bisa terlibat. Kami jadi tahu betapa pentingnya imunisasi untuk mencegah polio,” ujarnya antusias.
Usai kegiatan kampanye, Johni Asadoma turut mengikuti Car Free Day di Jalan El Tari. Ia berolahraga bersama warga, menyapa masyarakat, dan menyempatkan diri membeli produk UMKM lokal yang dipajang di area kegiatan tersebut.
Kampanye End Polio ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat untuk mewujudkan generasi NTT yang sehat, tangguh, dan bebas polio.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











