ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Kota Kupang Minta warga Waspadai Campak dan Rubela

Avatar photo
Reporter : AVRANDOEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Anak cepat pulih dan nafsu makan membaik. Virus ini jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi justru timbul apabila virus menyerang wanita hamil. Janin pada ibu tersebut akan engalami gejala berat,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rubella atau yang sering disebut juga campak jerman, adalah penyakit menular yang juga disebabkan oleh virus. Penularannya terjadi melalui udara. Pada anak, gejala dari penyakit ini biasanya hanya demam ringan (dengan suhu 37,2⁰ C) atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terdeteksi.

Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan akibat infeksi rubella di antaranya sakit tenggorokan, bercak kemerahan di kulit, sakit kepala, nyeri pada mata, konjungtivitis, dan pembesaran kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang, serta sub occipital. Selain itu, anak juga dapat mengalami mual, nyeri otot serta penurunan nafsu makan.

Baca Juga :  DPRD NTT Usul ASN Wajib Screening Kesehatan di Labkesda, BPJS Siap Menanggung Biaya

 

Kedua penyakit ini merupakan penyakit yang mudah menular dan banyak menyerang anak-anak. Hal yang ditakutkan dari kedua penyakit tersebut adalah komplikasinya. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk hingga berujung pada kematian. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat infeksi rubella yaitu kelainan pada jantung dan mata, ketulian, dan keterlambatan perkembangan. Pada ibu hamil, infeksi rubella dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, dan sindrom rubella kongenital pada bayi yang dilahirkan.

Baca Juga :  Relawan Matahari NTT Dukung SIAGA di Pilgub

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Akan tetapi, sejak tahun 2000, lebih dari 1 miliar anak di negara-negara berisiko tinggi telah diimunisasi, sehingga pada tahun 2012 kematian akibat campak mengalami penurunan sebesar 78%. Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi dapat dilakukan dengan tujuan mencegah penyakit campak dan mengindari komplikasinya.Selain campak, rubella juga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang memerlukan pencegahan yang efektif. Data pengawasan kementerian kesehatan RI selama 5 tahun terakhir menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun.

Baca Juga :  Terkait Dana BKK, Direktur IT dan Operasional Bank NTT : Silahkan Tanya Ke Pengurus BKK

Imunisasi campak rubella dilakukan lewat penyuntikan dengan dosis 0,5 ml. Pemerintah menyediakan pelayanan imunisasi MR secara gratis pada bulan Agustus-September 2018 dan 2018. Anda bisa mendapatkan imunisasi MR tersebut di sekolah-sekolah, Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.***

  • Bagikan