Memprioritaskan penyelamatan jiwa (saving life first) dalam setiap langkah penanganan bencana.
Melibatkan peran aktif masyarakat, tokoh lokal, relawan, dan komunitas, termasuk pembentukan desa tangguh bencana.
Menjaga jalur logistik, komunikasi, dan fasilitas publik agar tetap aman dan berfungsi.
Meningkatkan literasi kebencanaan dan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan dini.
“Perlindungan kepada masyarakat tidak boleh menunggu bencana terjadi. Kita harus melakukan antisipasi lebih awal dengan perencanaan, sinergi, dan respons cepat. Polri harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan memastikan semua langkah penanganan berjalan efektif,” ujar Brigjen Baskoro.
Wakapolda juga mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat soliditas dan kesiapan operasi kemanusiaan di wilayah NTT.
“Mari kita jadikan apel ini sebagai momentum memperkuat soliditas dan kesiapan operasi kemanusiaan. Semoga setiap langkah yang kita lakukan menjadi ladang ibadah dalam melindungi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.
Apel kesiapan ini diakhiri dengan pengecekan langsung terhadap personel, kendaraan taktis, peralatan SAR, dan logistik penanganan bencana oleh Wakapolda NTT bersama Forkopimda, sebagai bentuk kesiapan nyata menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











