ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Paus Leo XIV: Sederhana, Pernah Menginap di Pedalaman Papua 2003

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Selama kunjungan tersebut, Paus Leo XIV tidak hanya menyapa para saudara se-Ordo, tetapi juga menyempatkan diri menginap di dua paroki yang berada di daerah terpencil, yakni Paroki Santo Yosep Ayawasi di Kabupaten Maybrat dan Paroki Santo Yosep Senopi di Kabupaten Tambrauw.

“Yang menarik saat itu, di mana Paroki Santo Yosep Ayawasi dan Paroki Santo Yosep Senopi masih memiliki pastoran yang sangat sederhana dan suasana kampung yang juga masih sangat alami, tetapi Paus Leo XIV menunjukkan kesederhanaannya dengan berkunjung dan menginap di sana,” ungkap Pastor Markus.

Menurutnya, kunjungan ini menjadi simbol kedekatan Paus Leo XIV dengan umat di wilayah pedalaman.

Baca Juga :  Disaat Marthen Dira Tome Dandani Sabu Menjadi Seksi

Ia turut merasakan langsung keseharian masyarakat Papua, alamnya yang indah, serta eratnya persaudaraan di tengah keterbatasan.

“Dengan kunjungannya ke dua paroki ini, Paus Leo XIV merasakan indahnya alam Papua, pedalaman Kepala Burung, merasakan indahnya persahabatan dan persaudaraan dengan umat Katolik di sana,” tuturnya.

Pilihannya atas nama Leo XIV merujuk pada Paus Leo XIII (1878–1903), yang dikenal lewat ensiklik Rerum Novarum, fondasi ajaran sosial modern Gereja. Direktur Takhta Suci menilai pemilihan nama ini sebagai sinyal lanjutan komitmen sosial Gereja ke depan.

  • Bagikan