Namun, pada momen-momen tertentu, para anggota suku Banna akan menunjukkan keterampilan dengan menggunakan tongkat kayu dalam tarian dan lomba.
Terutama, para pemuda menggunakan tongkat kayu untuk menunjukkan keberanian dan kekuatan, yang dianggap sebagai tanda kedewasaan dan kesiapan untuk mengambil peran sebagai pemimpin dalam suku Banna.
Ketika musim hujan tiba dan sungai-sungai meluap, tongkat kayu menjadi alat bertahan hidup yang sangat penting.
Dengan menggunakan tongkat kayu, suku Banna dapat melintasi sungai yang dalam tanpa harus berenang, yang tidak hanya menghemat tenaga tetapi juga mengurangi risiko terseret arus deras.
Dalam kondisi seperti ini, tongkat kayu menjadi penentu antara hidup dan mati, antara keselamatan dan bahaya.
Di masa kekeringan, tongkat kayu membantu warga suku Banna mencari sumber air yang tersembunyi jauh di dalam lembah atau di antara celah-celah bebatuan.
Dengan tongkat kayu yang digunakan, para warga suku Banna mampu menjangkau tempat- tempat yang sulit diakses, memastikan bahwa warga tetap dapat bertahan meskipun kondisi lingkungan sangat tidak bersahabat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











