ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Suku Banna Dari Ufuk Timur Afrika, Warga Berjalan di Atas Tongkat Kayu

Avatar photo
  • Bagikan

ETHIOPIA, fokusnusatenggara.com  Baru-baru ini, pengguna media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredar vidio di berbagai beranda facebook yang memperlihatkan orang-orang berjalan di atas tongkat kayu atau egrang.

Ternyata, vidio itu berasal dari suku Banna di Afrika Timur yang mendiami wilayah dataran tinggi Ethiopia.

Masyarakat Suku Banna terkenal dengan cara hidup yang masih sangat erat dengan alam dan tradisi leluhur.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Kunjungi Salah Satu Kota Paling Terpencil di Dunia

Dan salah satu tradisi suku Banna yang paling mencolok dengan penuh makna adalah tongkat kayu egrang yang digunakan untuk berjalan.

Tongkat kayu yang digunakan bukan sekedar permainan semata, tetapi memiliki nilai yang jauh lebih mendalam bagi suku Banna.

Di tengah kerasnya kehidupan di dataran tinggi Ethiopia, tongkat kayu telah menjadi simbol ketahanan dan adaptasi dan telah menjadi bagian dari budaya selama berabad-abad seperti dilansir korantimor.com.

Baca Juga :  Rajawali Kelebba Maja

Bahkan, anak-anak suku Banna sejak usia dini sudah diajarkan untuk menggunakan tongkat kayu oleh orang tua untuk memahami pentingnya keterampilan.

Dengan tongkat kayu, para penghuni suku Banna dapat menavigasi medan yang sulit, melintasi sungai saat banjir, dan menghindari bahaya di tanah berpasir atau berbatu.

Karena di dataran tinggi Ethiopia, di mana tanah sering kali gersang dan tandus, perjalanan kaki yang melelahkan bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Kapolda NTT Luncurkan Buku “Sisi Lain Polisi”: Potret Humanis, Inspiratif, dan Global dari Kehidupan Polisi

Adanya tongkat kayu untuk membantu suku Banna untuk bergerak lebih cepat dan efisien di atas tanah yang tidak bersahabat.

Para warga suku Banna, melangkah lebih tinggi di atas bebatuan tajam, duri, dan permukaan kasar lainnya, melindungi kaki dari luka dan infeksi yang bisa menjadi masalah serius tanpa perawatan medis modern yang mudah diakses.

  • Bagikan