Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTT, Artadi Wijaya menjelaskan bahwa peringati Hari Waisak yang dilakukan antara lain puja bakti keliling di rumah umat, kunjungan sosial atau anjangsana, karya bakti dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, serta pemberian dana kepada para Biksu dari luar daerah yang hadir di Kota Kupang.
Selain itu, umat juga mengambil air paritta sebagai lambang kesejukan, kedamaian, dan cinta terhadap alam, yang kemudian ditempatkan di vihara sebagai bentuk penghormatan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha.
Puncak perayaan berlangsung di Vihara Pubbaratana Kota Kupang dan diikuti oleh sekitar 50 umat Buddha. Perayaan Hari Waisak juga dihadiri oleh para Biksu dan Samanera yang memberikan pembinaan rohani.
Tema Waisak adalah meningkatkan kesadaran diri dan kebijaksanaan untuk mewujudkan perdamaian.
Berdasarkan data Statistik, umat Buddha di Kota Kupang berjumlah sekitar 300 jiwa yang tersebar dalam 150 kepala keluarga
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











