ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kota Kupang Menjadi Simbol Toleransi di Hari Waisak

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTT, Artadi Wijaya menjelaskan bahwa peringati Hari Waisak yang dilakukan antara lain puja bakti keliling di rumah umat, kunjungan sosial atau anjangsana, karya bakti dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan, serta pemberian dana kepada para Biksu dari luar daerah yang hadir di Kota Kupang.

Baca Juga :  TPNPB OPM Apresiasi Seratus Umat Katolik Timor Leste Ikut Missa Paus di Dili Bawa Bendera Bintang Kejora

Selain itu, umat juga mengambil  air paritta sebagai lambang kesejukan, kedamaian, dan cinta terhadap alam, yang kemudian ditempatkan di vihara sebagai bentuk penghormatan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha.

Puncak perayaan berlangsung di Vihara Pubbaratana Kota Kupang dan diikuti oleh sekitar 50 umat Buddha. Perayaan Hari Waisak juga dihadiri oleh para Biksu dan Samanera yang memberikan pembinaan rohani.

Baca Juga :  Tujuh Suster RVM Akan Rayakan Pesta Perak Hidup Membiara di Paroki Santa Maria Assumpta Kupang

Tema Waisak adalah meningkatkan kesadaran diri dan kebijaksanaan untuk mewujudkan perdamaian.

Berdasarkan data Statistik, umat Buddha di Kota Kupang berjumlah sekitar 300 jiwa yang tersebar dalam 150 kepala keluarga

  • Bagikan