ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Gugur Ditembak KKB di Papua, Dokter Hewan Asal Sikka Pulang dengan Pesawat Polri

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
af
Jenasah drh Alfonsius diterima anggota Ditpolairud Polda NTT ( Ist )

Alfonsius meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Ia pergi menjalankan tugas sebagai dokter hewan di Papua, tetapi kini kembali ke Sikka bukan untuk berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan hidup, melainkan untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Di Bandara Frans Seda, jenazah disambut langsung Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama Wakil Bupati Simon Subandi Supryadi, jajaran Forkopimda, keluarga, anggota TNI-Polri, pimpinan OPD, serta masyarakat Sikka.

Prosesi penyerahan berlangsung sekitar pukul 14.53 WITA. Jenazah diserahkan oleh Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Yosef Rasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang diterima langsung Bupati Juventus Prima Yoris Kago.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Kawal Penyeberangan Peziarah dari Pantai Palo ke Wure Adonara

Setelah itu, anggota Kodim 1603/Sikka mengusung peti jenazah dengan penuh penghormatan sebelum dimasukkan ke dalam ambulans. Iring-iringan kemudian bergerak menuju rumah duka di Kelurahan Wailiti dengan pengawalan Satlantas Polres Sikka.

Salah seorang perwakilan keluarga, Iwan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang membantu proses pemulangan Alfonsius dari Papua hingga tiba di Maumere.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Polda NTT Bersih Pantai Nunbaun Sabu dan Serahkan Bantuan Sosial

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses kepulangan saudara kami dari Papua hingga tiba di Maumere. Secara khusus, kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas bantuan armada pesawat Polri,” ujar Iwan.

Bagi keluarga, kepulangan Alfonsius dengan pesawat Polri bukan sekadar perjalanan terakhir menuju Sikka. Itu menjadi bentuk penghormatan terhadap seorang dokter hewan muda yang telah menghabiskan sembilan tahun hidupnya untuk mengabdi jauh dari kampung halaman, sebelum akhirnya gugur dalam insiden penembakan di Papua

  • Bagikan