Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pensiun bukan akhir dari pengabdian. Para purnawirawan diharapkan tetap mengabdi di lingkungan masyarakat sesuai dengan keahlian masing-masing, serta menjadi contoh teladan yang terus mengangkat citra positif Polri di mata publik.
“Pensiun bukan berarti selesai tugas. Bapak/Ibu sekalian tetap mengabdi sesuai dengan keahlian masing-masing. Harapan kita, anggota Polri dan ASN yang sudah purna dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap mengangkat citra Polri.”
Sebagai penutup, Kapolda NTT menyampaikan rasa hormat, penghargaan, dan doa kepada seluruh wisudawan.
“Atas nama keluarga besar Polda NTT, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan serta rasa hormat kepada segenap personel yang telah memasuki masa purna atas dedikasi dan kinerja serta dharma baktinya. Semoga segala amal ibadah para purnawirawan dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.”
Upacara kemudian ditutup dengan tradisi Pedang Pora, sebagai simbol penghantaran para wisudawan ke gerbang kehidupan baru di tengah masyarakat. Tradisi ini menggambarkan bahwa meski mereka tak lagi mengenakan seragam, namun semangat pengabdian mereka akan tetap menyala.
Dengan penuh haru, Kombes Pol (Purn) Drs. Dharu Siswanto beserta seluruh wisudawan melangkah keluar dari gerbang institusi Polri, namun masuk ke ruang pengabdian yang lebih luas—di tengah masyarakat yang senantiasa membutuhkan keteladanan dan integritas mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











