ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Cerita Dari Laut dan Ladang: Danlantamal VII Kupang dan Misi Ketahanan Pangan Negeri

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Tentu, sebagai matra laut, TNI AL tak lupa rumah utamanya: laut. Di Tablolong, Sulamu, Atapupu, Boking, hingga Oepoli, prajurit Lantamal VII juga mengembangkan budidaya rumput laut. Mereka menggali potensi bahari, memperkuat ketahanan bukan dengan senjata, tapi dengan ganggang laut yang kaya manfaat.

“Satgas kita di Rote juga bergerak. Kita punya banyak titik kecil, tapi semua diarahkan untuk mendukung program nasional,” jelasnya.

Belajar Sambil Bertindak

Baca Juga :  Emi Nomleni, Srikandi Pertama Pimpin PDI Perjuangan Provinsi NTT

Laksma Irwan tak menutup-nutupi tantangan. Lahannya terbatas, sumber daya manusia bukan petani, apalagi pengusaha. Tapi semangatnya jelas: belajar sambil bertindak.

“Ini bukan bisnis. Ini proses pembelajaran, agar prajurit tahu bagaimana memberi nilai tambah bagi rakyat,” ungkapnya.

Bersama prajuritnya, Danlantamal VII Kupang menanam keyakinan bahwa kedaulatan negara tidak hanya dijaga dengan senjata, tapi juga dengan cangkul dan bibit.

Baca Juga :  Gubernur NTT Harapkan Film Persahabatan Indonesia-Timor Leste Libatkan Komunitas Lokal

Di lahan kecil itu, di balik barak dan markas, di pesisir dan desa, mereka menanam harapan: untuk bangsa yang cukup pangan, cukup gizi, dan cukup kuat menjaga laut, darat, dan udara.

Dan di sanalah, di tengah tanah berbatu dan laut yang luas, TNI AL menegaskan bahwa tugas menjaga negeri juga berarti memberi makan negerinya.

  • Bagikan