Tentu, sebagai matra laut, TNI AL tak lupa rumah utamanya: laut. Di Tablolong, Sulamu, Atapupu, Boking, hingga Oepoli, prajurit Lantamal VII juga mengembangkan budidaya rumput laut. Mereka menggali potensi bahari, memperkuat ketahanan bukan dengan senjata, tapi dengan ganggang laut yang kaya manfaat.
“Satgas kita di Rote juga bergerak. Kita punya banyak titik kecil, tapi semua diarahkan untuk mendukung program nasional,” jelasnya.
Belajar Sambil Bertindak
Laksma Irwan tak menutup-nutupi tantangan. Lahannya terbatas, sumber daya manusia bukan petani, apalagi pengusaha. Tapi semangatnya jelas: belajar sambil bertindak.
“Ini bukan bisnis. Ini proses pembelajaran, agar prajurit tahu bagaimana memberi nilai tambah bagi rakyat,” ungkapnya.
Bersama prajuritnya, Danlantamal VII Kupang menanam keyakinan bahwa kedaulatan negara tidak hanya dijaga dengan senjata, tapi juga dengan cangkul dan bibit.
Di lahan kecil itu, di balik barak dan markas, di pesisir dan desa, mereka menanam harapan: untuk bangsa yang cukup pangan, cukup gizi, dan cukup kuat menjaga laut, darat, dan udara.
Dan di sanalah, di tengah tanah berbatu dan laut yang luas, TNI AL menegaskan bahwa tugas menjaga negeri juga berarti memberi makan negerinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











