* Membangun budaya saling melindungi.
Atas kiprahnya, ia sering mendapatkan penghargaan, salah satunya dari Ketua Bhayangkari NTT, Ibu Vily Rudi Darmoko sebuah bentuk apresiasi atas komitmennya yang tidak pernah pudar, meski ia juga merupakan istri polisi dan ibu dari anak-anaknya.
Pengungkapan Kasus dan Ketegasan Penegakan Hukum
Saat bertugas di Polres Kupang, bersama Kapolres, Kasat Reskrim, dan tim, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan jaringan hingga ke Malaysia.
Bukan tugas mudah, tetapi ia selalu percaya bahwa penegakan hukum yang tegas adalah cara memberi efek jera bagi pelaku dan perlindungan bagi korban.
Menjadi Inspirasi bagi Perempuan NTT
Tahun 2023, ia menerima undangan khusus dari sebuah gereja di TTS yang dipimpin Pendeta Sepri Adonis. Gereja tersebut memiliki sekolah khusus perempuan—mama-mama yang ingin bangkit dari buta huruf, belajar berbicara di depan umum, dan menjadi pemimpin dalam komunitas mereka.
Di hadapan para mama itu, Fridinari berbicara tentang keberanian, pendidikan, kepemimpinan, dan pentingnya melawan budaya patriarki yang masih kuat. Kehadirannya menjadi api penyulut semangat—bahwa perempuan NTT dapat memimpin, bersuara, dan mengubah masa depan.
Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Kepemimpinan
Baginya, perempuan adalah fondasi pertama dalam keluarga.
“Mama adalah sekolah pertama bagi anak. Jika perempuan punya pendidikan yang cukup, ia melahirkan generasi pemimpin.”
Karena itu, ia mendorong perempuan NTT untuk meningkatkan kapasitas diri, memutus lingkaran keterbelakangan, dan memperjuangkan kesetaraan gender.
Program dan Rencana Pengabdian Ke Depan
1. Kampanye Stop Kekerasan Perempuan dan Anak secara berkelanjutan.
2. Mendorong legalitas pernikahan bagi pasangan yang telah hidup bersama—demi melindungi hak perempuan dan anak. Sejak 2019 hingga 2025, ia telah menjadi saksi pernikahan bagi 16 pasangan.
3. Penanganan stunting, bekerja sama dengan puskesmas dan donor, sambil melawan stigma bahwa stunting adalah “hal biasa”.
Pesan untuk Perempuan dan Anak Muda
“Percayalah pada dirimu. Teruslah belajar, berjuang, dan buktikan bahwa perempuan mampu. Kita punya hak yang sama untuk bermimpi dan untuk berhasil.”
Nilai-Nilai yang Ia Junjung dalam Pelayanan Sosial yakni Profesionalisme, empati dan menghormati hak setiap orang.
Sebagai Polwan, istri polisi, dan ibu, ia memaknai hidup dalam satu kalimat yang kini menjadi semboyangnya:
“Jadilah Melati Pagar Bangsa, bukan sekadar penghias taman.”
“Jadilah perempuan yang mampu berkiprah, berprestasi, memimpin, dan tetap setia pada kodrat sebagai istri dan ibu.”
Bagi NTT, AKP Fridinari Dilliyana Kameo, S.H. bukan sekadar aparat penegak hukum. Ia adalah inspirasi, pelindung, dan cahaya harapan bagi perempuan dan anak di Tanah Timor.
Apresiasi Kapolda NTT
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. dalam kesempatan terpisah memberikan apresiasi khusus atas pengabdian AKP Fridinari.
“AKP Fridinari adalah contoh nyata Polwan yang bekerja dengan integritas, keberanian, dan empati. Dedikasinya dalam melindungi perempuan dan anak tidak hanya menguatkan institusi Polri, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat NTT. Kami sangat menghargai pengabdiannya, dan ia layak menjadi teladan bagi anggota lainnya.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











