Saat dimintai konfirmasi, petugas SPBU menolak memberikan keterangan resmi, dan mengarahkan media ke kantor pusat CV Palapa. Manajer operasional CV Palapa awalnya membantah keterlibatan pihaknya.
Namun, ketika ditunjukkan bukti foto dan video lapangan oleh awak media, manajer langsung menghentikan wawancara secara sepihak dan hanya berkata singkat:“No comment,” ucapnya sambil menutup pintu ruangannya.
Desakan Audit dan Langkah Hukum dari Masyarakat
Kemarahan publik semakin memuncak. Warga bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menuntut agar Pertamina Wilayah NTT segera melakukan audit terhadap transaksi harian SPBU CV Palapa.
Selain itu, mereka meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum SPBU dan kemungkinan adanya sindikat penimbunan BBM subsidi.
“Kami tidak mau masyarakat kecil jadi korban. Penegakan hukum harus segera dilakukan,” tegas Yohana, Koordinator LSM Pemantau Pelayanan Publik Maumere.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











