ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Amankan Pilkada Serentak 2024 Polda NTT Siagakan 6.014 Personel

Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.Com– Untuk mengamankan Pilkada serentak Polda NTT menyiagakan 6.014 personel yang akan disebarkan di 22 kabupaten/kota.

“ Untuk Pilkada serentak di NTT kami siapkan 6.014 personel yang akan disebarkan di 22 Kabupaten Kota. Dengan kekuatan ini kami jamin bahwa Pilkada serentak di NTT akan berjalan aman dan lancar ,” tegas Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga dalam amanatnya saat Apel Pasukan Polda Nusa Tenggara Operasi Mantap Praja 2024 di Lapangan Bhayangkara Polda NTT Senin (26/8/2024).

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, Operasi Mantap Praja Turangga 2024, ini akan dilaksanakan selama 121 hari, terhitung dari 27 Agustus hingga 25 Desember 2024. Melibatkan lebih dari 6.014 personel Polda NTT, 486 personel Brimob, serta kurang lebih 29.000 personel Linmas.

Baca Juga :  Gubernur NTT : Persoalan Herman Hery Bukan Masalah Partai

“ Pasukan ini akan disebar di 9.714 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 21 kabupaten dan 1 kota di Provinsi NTT ,” jelas Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

Lebih lanjut Kapolda menegaskan menegaskan bahwa apel ini merupakan tahap akhir pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana sebelum diterjunkan untuk mengamankan tahapan Pilkada 2024.

Baca Juga :  Dira Tome : Saya Minta KPK Periksa Juga Gubernur NTT

“ Persiapan yang matang diharapkan mampu memastikan setiap proses Pilkada berlangsung dengan aman, damai, dan tertib ,” katanya.

Kapolda NTT juga memberikan arahan strategis kepada seluruh personel untuk menghadapi potensi gangguan selama pelaksanaan Pilkada. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik yang dilandasi dengan komitmen moral serta disiplin kerja yang tinggi agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Baca Juga :  Polres TTU Tangkap Anggota KPK Gadungan

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kerawanan dengan mengoptimalkan peran intelijen dan Bhabinkamtibmas guna mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang dapat mengganggu proses pemilihan.

  • Bagikan