Yang menarik dalam tatap muka ini, Kapolda NTT juga menghadirkan konselor psikologi Pak Agus, sebagai bagian dari program dukungan psikologis bagi anggota Polri yang mengalami tekanan emosional maupun gangguan perilaku.
Dalam sesi tersebut, Pak Agus memperkenalkan Emotional Freedom Technique (EFT) atau terapi ketukan (“tapping”) sebagai metode untuk mengatasi stres, trauma, dan masalah mental lainnya. Teknik ini menggabungkan unsur akupresur dan psikologi modern.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya fisik, tapi kesehatan mental personel juga terjaga, sehingga mereka bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolda NTT.
Program pendampingan psikologis seperti ini, menurut Irjen Rudi, telah mulai diterapkan di Polda NTT dan kini perdana dilaksanakan di wilayah Polres Manggarai Barat.
Akhiri Dengan Komitmen untuk Profesionalisme
Kegiatan tatap muka berakhir pada pukul 15.00 WITA dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Kapolda NTT berharap setiap personel mampu menerapkan nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, dan empati dalam menjalankan tugas, terlebih di daerah strategis seperti Labuan Bajo.
Tatap muka ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi, tetapi juga simbol kehadiran nyata pimpinan di tengah anggota, sekaligus ruang konsolidasi untuk terus mengukuhkan jati diri Polri sebagai pelayan masyarakat yang berintegritas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











