ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Soal Pungutan Di Lab BPJN NTT, Lery Mboeik Minta APH Segera Turun Periksa

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“kami di Kefa Itu kalau kerja APBD II dengan nilai kontrak 20 hingga 30 miliar itu bayar uji Mutu di Laboratorium itu hanya bayar Rp 10 juta lebih saja, kalau di Laboratorium BPJN ini bayar sampai Rp 60 juta dengan nilai pekerjaan hanya Rp 2 miliar pada hal material atau bahan yang diuji semua sama dari kuari atau lokasi yang sama yang kita pakai seblumnya”,ujar sumber itu.

Baca Juga :  Ketua DPC Grindra TTU Kristo Haki Dipolisikan Petrus Karena Tidak Membayar Jasa Perencanaan Dapur MBG

Dikatakan, item material yang diminta oleh PPK kepada Kontraktor sebagai penyedia jasa untuk dilakukan uji mutu di Laboratorium selama ini diambil dari lokasi yang sama yang dipakai untuk mengerjakan proyek-proyek APBN dan APBD sebelumnya yang telah dinyatakan lulus uji dan digunakan selama ini.

“Memang ada lokasi pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus seperti longsor dan tanah yang jenis bobonaro clay itu butuh material yang memang sangat baik tetapi kan tidak semua pekerjaan itu berada di lokasi seperti itu tetapi kok nilai uji mutu laboratoriumnya malah bisa lebih mahal sampai puluhan juta rupiah”,katanya.

Baca Juga :  Kasus Seksual AKBP Fajar Mantan Kapolres Ngada Tahap II Polda Limpahkan ke Kejaksaan

Diberitakan sebelumnya, untuk mendapatkan hasil uji mutu di laboratorium milik BPJN Kupang-NTT setiap penyedia jasa Konstruksi sebagai pelaksana yang mengerjakan proyek APBN di BPJN Kupang harus membayar Rp 20 hingga Rp 100 juta lebih ke pihak laboratorium sebagai upah atau biaya yang dibayarkan.

“kita betul bayar itu per paket pekerjaan yang kita kerjakan saya punya ada 3 paket, ada paket long segment dan paket penanganan longsor dengan nilai Rp 30 juta, Rp 60 juta lebih dan Rp. 72 juta lebih, namanya orang kerja ,kita bayar mereka butuh makan dan biaya operasional jadi minta biaya begitu kita bayar saja”,ungkap sumber tersebut.

  • Bagikan