ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polres Sikka Tetapkan Pasutri Tersangka Eksploitasi 13 Perempuan Asal Jawa Barat

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi didampingi oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri dan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Suster Ika di Maumere ( Istimewa )

Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat penegak hukum

Sementara itu Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa pemberantasan TPPO menjadi perhatian serius jajaran kepolisian di wilayah NTT.

“Polda NTT menaruh perhatian besar terhadap penanganan tindak pidana perdagangan orang. Kami memastikan setiap laporan dan temuan akan ditindaklanjuti secara profesional dan tegas. Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi manusia di wilayah hukum NTT,” tegas Kabid Humas pada Selasa (24/2/2026).

Baca Juga :  Perbuatan Biadap! Dituduh Curi Dirumah Kades, Anak Bawah Umur di Lembata Ini Ditelanjangi Diarak Keliling Kampung

Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan terukur yang dilakukan Polres Sikka dalam mengungkap dan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui kasus ini bermula dari adanya laporan dan informasi mengenai dugaan eksploitasi terhadap para perempuan yang direkrut dari Jawa Barat untuk bekerja sebagai lady companion (LC) di tempat hiburan tersebut.

Baca Juga :  Dua Oknum Polres SBD Yang Menganiaya Warga TTU di Sumba Barat Daya Akan Segera Jalani Sidang Etik

Organisasi kemanusiaan Truk F yang dipimpin biarawati Katolik Suster Fransiska Imakulata, SSpS alias Suster Ika bersama timnya kemudian turun tangan mengamankan dan mendampingi para korban guna memastikan keselamatan dan perlindungan mereka. Selama berada ditangan tim realawan Truk F para korban mendapatkan pendampingan dan pemenuhan kebutuhan dasar sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Tidak Percaya Penipu Yang Mencatut Nama Pejabat Kejati NTT

Ke-12 korban akhirnya dipulangkan pada Senin, 23 Februari 2026 oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) yang datang langsung ke Maumere.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga membawa tim penyidik TPPO dari Polda Jawa Barat. Kedatangan Gubernur Jabar ini juga didampingi Muhamad Wahyu Ferdian dan Saipul Bahri sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya.

  • Bagikan