Patroli laut kini dilakukan lebih intensif dengan dukungan armada kapal patroli, sistem monitoring, serta peralatan navigasi dan komunikasi modern.
“Ketika masyarakat turun ke laut, mereka harus yakin bahwa Polairud ada, mengawasi dan mengayomi. Itulah fungsi negara,” lanjutnya.
Sinergi keamanan laut ini menjadi langkah strategis menghadapi beragam tantangan illegal fishing, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan barang ilegal, kecelakaan transportasi laut, pengamanan kawasan wisata dan pelabuhan
Mobilitas masyarakat di Kupang dan sekitarnya yang makin tinggi, terutama di kawasan wisata pantai dan titik-titik pelayaran, kini mendapatkan pengamanan berlapis.
Patroli kolaboratif di wilayah NTT didukung penuh oleh Basarnas, Bakamla, Pemerintah Daerah, Pokdarwis, hingga komunitas nelayan.
“Kami bukan hanya menjaga batas negara, tetapi menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup Kombes Nasution.
Dengan strategi keamanan terpadu ini, Ditpolairud Polda NTT optimis bahwa perlindungan wilayah maritim akan semakin kuat.
Pengawasan laut yang modern, kolaboratif, dan berbasis teknologi diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi biru, pariwisata, dan kegiatan masyarakat di provinsi kepulauan yang memiliki ribuan potensi tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











