“Pelaku harus harus diadili secara adil. Polisi juga perlu menelusuri mengungkap ada motif lain di balik serangan ini. Tidak bisa berdalih pelaku berada di bawah pengaruh alkohol,karena tindakannya terstruktur dan terencana ,” kata Yulius Pekei.
Kronologi Insiden
Sesuai informasi yang diterima Katolikana, serangan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di dekat Stasi Santu. Matias Kogenepa. Pastor Yosep sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat menuju Enarotali setelah memimpin misa Natal kedua di Paroki Kristus Jaya Komopa.
Saat speedboat mendekati jembatan penyeberangan, pelaku menghentikan perahu dan meminta uang. Setelah menerima uang Rp100.000 dari motoris, pelaku melompat ke speedboat dan menyerang Pastor Yosep dengan parang, melukai tangannya. Pastor Yosep mendorong pelaku hingga jatuh ke sungai, namun pelaku berhasil melarikan diri ke daratan.
Umat yang berada di lokasi segera membantu Pastor Yosep, membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai untuk perawatan.
Imam Baru di Papua
Pastor Yosep Setiyadi, Pr, ditahbiskan sebagai imam pada 20 Oktober 2024 di Gereja Katolik Santa Sesilia SP2, Timika. Baru dua bulan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Kristus Jaya Komopa, ia sudah menghadapi tantangan berat. Tugas ini diberikan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











