ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Pastor Diserang di Papua : Dosen dan Pemuda Katolik Minta Pelaku Harus Dihukum Berat

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Pelaku harus harus diadili secara adil. Polisi juga perlu menelusuri mengungkap ada motif lain di balik serangan ini. Tidak bisa berdalih pelaku berada di bawah pengaruh alkohol,karena tindakannya terstruktur dan terencana ,” kata Yulius Pekei.

Kronologi Insiden

Sesuai informasi yang diterima Katolikana, serangan terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di dekat Stasi Santu. Matias Kogenepa. Pastor Yosep sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat menuju Enarotali setelah memimpin misa Natal kedua di Paroki Kristus Jaya Komopa.

Baca Juga :  Albert Solo, Yang Aniaya Isterinya Hingga Tewas  Diancam Hukuman Penjara 15 Tahun Penjara dan Denda 45 Juta

Saat speedboat mendekati jembatan penyeberangan, pelaku menghentikan perahu dan meminta uang. Setelah menerima uang Rp100.000 dari motoris, pelaku melompat ke speedboat dan menyerang Pastor Yosep dengan parang, melukai tangannya. Pastor Yosep mendorong pelaku hingga jatuh ke sungai, namun pelaku berhasil melarikan diri ke daratan.

Umat yang berada di lokasi segera membantu Pastor Yosep, membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai untuk perawatan.

Baca Juga :  Korupsi Dana Desa Rp650 Juta Untuk Judol, Avensius Galus  Mantan Kades Lale Welak Ditahan Penyidik Kejari Labuan Bajo

Imam Baru di Papua

Pastor Yosep Setiyadi, Pr, ditahbiskan sebagai imam pada 20 Oktober 2024 di Gereja Katolik Santa Sesilia SP2, Timika. Baru dua bulan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Kristus Jaya Komopa, ia sudah menghadapi tantangan berat. Tugas ini diberikan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Timika, Pastor Marten Kuayo, Pr.

  • Bagikan