Selanjutnya, Bapak RW menyampaikan informasi mengenai tilang elektronik yang menggunakan CCTV. Sistem ini sudah diterapkan di kota-kota besar dan memberikan deteksi otomatis terhadap pelanggaran lalu lintas. Di NTT, pembayaran tilang dapat dilakukan melalui BRIVA untuk menghindari penyalahgunaan.
Bapak Frans, seorang warga setempat, menyoroti pentingnya ketentraman hidup di masyarakat dan berharap aparat kepolisian merespon cepat setiap gangguan yang terjadi. Ia juga mengangkat isu mengenai biaya masuk Akpol yang dianggap mahal. Kabidhumas menanggapi bahwa seleksi Akpol bebas dari pungutan biaya dan diawasi secara ketat oleh Propam dan piham eksternal untuk menjaga transparansi dan integritas.
Bapak Agustinus Riwu, Ketua RT 46, mengungkapkan bahwa selama sembilan tahun menjabat, ia tidak pernah melihat polisi di lingkungan RW. Setiap masalah biasanya dilaporkan ke Babinsa. Ia juga bertanya mengenai proses balik nama kendaraan dan denda yang dikenakan. Kabidhumas menjelaskan bahwa balik nama kendaraan adalah prosedur administrasi yang terkait dengan kepemilikan kendaraan dan pembayaran pajak.
Ketua RT 46 lainnya menyampaikan kekhawatiran mengenai izin keramaian dan mengapa masyarakat cenderung enggan mengkritik polisi. Ia menjelaskan bahwa pengurusan izin keramaian harus disertai dengan pemetaan masalah, seperti keamanan parkir, peredaran narkoba, dan potensi kerawanan lainnya. Ia juga mengusulkan agar Polda NTT lebih aktif dalam mengawasi akun-akun media sosial yang sering memberitakan kasus bunuh diri, yang dapat memengaruhi kondisi mental masyarakat, terutama di kalangan remaja.
Dalam responsnya, pihak Polda NTT mengakui bahwa media sosial harus diatur dengan ketat sesuai dengan Undang-Undang ITE, guna mencegah penyebaran informasi yang berpotensi merugikan. Kegiatan Jumat Curhat ini diakhiri dengan kesepakatan antara warga dan aparat kepolisian untuk terus mempererat komunikasi dan meningkatkan kerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kelurahan Fatululi. Di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi, penting bagi masyarakat dan aparat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tentram, dan produktif.
Kegiatan Jumat Curhat ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjalin komunikasi yang lebih baik antara polisi dan masyarakat, serta menciptakan solusi bersama untuk meningkatkan kualitas hidup di wilayah Kelurahan Fatululi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Polri dan masyarakat setempat, yang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan memberikan masukan konstruktif
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











