ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IGI Flores Timur Kecam Kekerasan terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka

Avatar photo
Reporter : CR 1Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Ketua IGI Flores Timur Emanuel Fernandez Numba kecam kekerasan terhadap guru ( Istimewa)

LARANTUKA,fokusnusatenggara.com  —  Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Flores Timur mengecam keras tindakan kekerasan fisik terhadap seorang guru di SDN Kampung Baru, Larantuka, yang diduga dilakukan oleh orang tua siswa di lingkungan sekolah.

Dalam surat pernyataan sikap yang dikeluarkan pada 10 Maret 2026, IGI Flores Timur menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap guru merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan hukum serta merusak martabat profesi pendidik.

Ketua IGI Kabupaten Flores Timur Emanuel Fernandez Numba mengatakan peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan luas karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi kegiatan belajar mengajar.

“Sekolah adalah ruang pendidikan yang harus aman bagi guru maupun siswa. Kekerasan terhadap guru tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun,” kata Emanuel dalam keterangan tertulis yang diterima di Larantuka.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, peristiwa kekerasan tersebut bermula dari kegiatan belajar mengajar pada Senin (2/3). Guru mata pelajaran kesenian, Mateus Wira Weking, masuk ke kelas V A untuk memeriksa tugas rumah yang sebelumnya diberikan kepada siswa.

Baca Juga :  TPNPB OPM Kodap VIII Siap Eksekusi Warga papua Yang Dipakai Sebagai Intel Militer Indonesia

Tugas tersebut diberikan kepada siswa sebelum masa libur sekolah pada 16 hingga 21 Februari 2026 yang bertepatan dengan libur perayaan Tahun Baru Imlek dan awal bulan puasa umat Islam.

Saat kegiatan belajar berlangsung, guru menagih tugas yang telah diberikan. Namun sejumlah siswa belum menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut. Guru kemudian memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menyelesaikan tugas di dalam kelas.

Dalam proses pengerjaan tugas, suasana kelas dilaporkan menjadi kurang kondusif karena sebagian siswa ribut, berjalan ke sana kemari, serta mencoba menyalin jawaban dari teman lainnya.

Guru yang mengajar saat itu berulang kali menegur siswa agar kembali tertib. Namun karena situasi kelas masih tetap gaduh, guru kemudian menegur beberapa siswa yang dianggap mengganggu proses belajar dengan mengetuk kepala mereka secara ringan sebagai bentuk peringatan.

Baca Juga :  Prof Jefri Bale Tegaskan ! Akan Berkolaborasi dengan Kejati NTT Tuntaskan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung FK dan FKH

Salah satu siswa kemudian meninggalkan kelas tanpa izin dan pulang ke rumah untuk melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Tidak lama kemudian, orang tua siswa tersebut datang ke sekolah dan langsung menuju ruang kelas tanpa melalui prosedur atau menyampaikan maksudnya kepada pihak sekolah terlebih dahulu.

Menurut keterangan pihak sekolah, orang tua siswa tersebut langsung memarahi guru di hadapan para siswa di dalam kelas. Guru yang bersangkutan sempat menyampaikan permintaan maaf, namun tidak diindahkan.

Dalam situasi tersebut, orang tua siswa kemudian diduga mengayunkan tangan dan menampar wajah guru dengan keras.

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka pada bagian pipi dan pelipis. Pipi korban dilaporkan mengalami lebam kemerahan dan bengkak, serta terlihat garis-garis darah pada bagian wajah.

Baca Juga :  Jaksa Sidik Dugaan Korupsi Di Dinkes Matin

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah oleh pihak guru.

Kepala Sekolah SDN Kampung Baru selanjutnya memanggil para siswa kelas V A untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Dari keterangan para siswa, peristiwa kekerasan tersebut dinyatakan benar terjadi.

Pihak sekolah juga mencatat bahwa sejumlah siswa mengalami ketakutan dan gangguan psikologis setelah menyaksikan langsung tindakan kekerasan terhadap guru di dalam kelas.

“Anak-anak kelas V juga mengaku ketakutan karena melihat langsung peristiwa tersebut. Mereka bahkan menyampaikan jika kejadian itu dialami oleh guru perempuan kemungkinan bisa pingsan,” demikian keterangan pihak sekolah.

Pada hari yang sama, pihak sekolah kemudian memanggil orang tua siswa yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan terkait etika dan aturan yang berlaku di lingkungan sekolah.

Sementara itu, para guru di SDN Kampung Baru meminta agar dilakukan rapat khusus guna membahas kejadian tersebut.

  • Bagikan