“Tiga kali dalam rapat saya undang Menteri Kehutanan ke Mutis. Hari ini kita bersyukur Dirjen hadir langsung, berdialog dan mendengar masyarakat secara kontekstual dan realistis,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan status menjadi taman nasional justru membuka peluang ekonomi lebih besar tanpa mengabaikan adat dan budaya lokal.
“Zonasi tidak mengenyampingkan tradisi. Justru menjadi jalan agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” katanya.
Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, mengingatkan agar pembangunan tidak melupakan warga yang selama ini menjaga kawasan secara turun-temurun. “Infrastruktur seperti jalan dan listrik harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Kepala Desa Nenas, Simon Sasi, menyatakan dukungan terhadap taman nasional dengan syarat pemerataan pembangunan benar-benar diwujudkan.
“Kami mendukung, tetapi listrik dan jalan harus masuk. Dengan zonasi, kami berharap ada ruang pemanfaatan yang memberi manfaat langsung,” katanya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











