KUPANG, fokusnusatenggara.com — Walau dalam suasana hari libur, 1 januari 2026 Direktur Utama PDAM Kabupaten Kupang, Johny B. Sulaiman tetap melaksanakan tugasnya melayani masyarakat. Tak kenal hari Libur, dia turun langsung menemui warga Dusun IV Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat. Kedatangannya ini menjawab aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada Bupati Kupang, Yosef Lede.
Dalam pertemuan intens bersama tokoh masyarakat setempat, Dirut PDAM menegaskan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan fundamental tersebut secara transparan dan bertanggung jawab.
“Saya minta kepada Bapa Dusun IV, Gerson, untuk menginventarisasi data warga yang benar-benar membutuhkan pasokan air bersih. Data akurat menjadi dasar setiap perencanaan dan pengambilan keputusan,kata Johny Johny B. Sulaiman
Johny mengakui bahwa pada awal 2023 pernah terjadi mis komunikasi antara PDAM dan warga Nitneo. Saat itu, upaya pengajuan bantuan melalui instruksi presiden (Inpres) justru berujung gugur di tingkat kementerian karena beberapa kendala administratif dan ketidakhadiran warga dalam pertemuan awal.
Menurut Bapa Dusun Gerson, absennya sejumlah warga dalam pertemuan membuat informasi tidak tersampaikan secara merata sehingga menimbulkan persepsi berbeda di tingkat masyarakat. “Kendala utama pada waktu itu adalah antusiasme warga yang kurang maksimal. Ini membuat proses komunikasi tidak berjalan mulus,” tutur Gerson.
Dirut PDAM menegaskan bahwa pendataan yang tengah dilakukan menjadi krusial untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk perkiraan biaya pemasangan jaringan baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











