Terkait deviden, Bank NTT menargetkan laba tahun buku 2026 mencapai sekitar Rp 262 miliar, yang nantinya akan didistribusikan kepada para pemegang saham sesuai porsi masing-masing. Sementara untuk tahun 2025, laba kotor diperkirakan berada pada kisaran Rp 204 miliar.
Harapan Komisi III: Tata Kelola Harus Bersih
Anggota Komisi III DPRD NTT, Filmon Loasana, menyampaikan apresiasi atas pertemuan perdana ini yang menurutnya mencerminkan keseriusan manajemen baru dalam membawa Bank NTT ke arah lebih baik.
“Ini merupakan bentuk antusiasme manajemen baru bahwa pertumbuhan Bank NTT ke depan akan lebih baik dari sebelumnya,” kata Filmon.
Ia menegaskan bahwa Komisi III memberikan masukan konstruktif dan menekankan pentingnya tata kelola yang bersih, transparan, dan sesuai mekanisme OJK. Dewan juga berharap kasus-kasus korupsi yang pernah mencoreng Bank NTT tidak terulang kembali.
“Orang yang berbuat salah harus diberi punishment yang benar-benar tegas agar kasus-kasus itu tidak berulang tahun terus menerus,” tegasnya.
Komisi III menilai fokus manajemen Bank NTT untuk melakukan pembenahan internal hingga tahun 2026 merupakan langkah tepat. “Ekses positif dari pembenahan ini akan terlihat pada tahun 2027,” tambah Filmon.
Dengan serangkaian langkah strategis ini, Bank NTT diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai bank daerah yang sehat, profesional, dan memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











