ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penyerapan KUR di NTT Masih Rendah, Ribuan UMKM Terkendala Akses dan Modal

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Diperlukan penyederhanaan regulasi perizinan, perlakuan khusus perbankan bagi UMKM mikro, serta pelatihan yang tepat guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM lokal,” jelas Johni.

Menanggapi itu, Menteri UMKM menyambut positif dan mendorong pemerintah daerah, khususnya NTT, untuk memperkuat fasilitas publik yang inklusif bagi UMKM. Bank NTT pun siap menyalurkan KUR hingga Rp200 miliar pada 2026 dengan pengawasan ketat agar pembiayaan tepat sasaran.

“Rapat ini menjadi titik temu kolaborasi strategis antar berbagai unsur pemerintah, BUMN, perbankan, dan komunitas UMKM untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Menteri Maman.

Baca Juga :  Nelayan dan Pedagang Ikan di Kupang Gelar Aksi Demo Tolak Keras Kenaikan Tarif Retribusi  

Wagub Johni juga menyampaikan bahwa Pemprov NTT akan membentuk tim kerja khusus untuk mengoordinasikan pembinaan UMKM dan penyaluran KUR, meningkatkan digitalisasi data UMKM, mempercepat legalisasi usaha, serta memperkuat pelatihan mutu produk guna memperluas akses pasar.

“Optimalisasi ruang promosi di bandara, pelabuhan, terminal, dan titik komersial strategis lainnya di NTT akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan UMKM lokal,” tegas Johni Asadoma.

Baca Juga :  Buka Turnamen Ben Mboi Memorial Cup Wagub Johni Asadoma Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Muda

Momentum rakor ini diharapkan menjadi dorongan baru bagi UMKM NTT untuk terus bertumbuh melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

  • Bagikan