“Diperlukan penyederhanaan regulasi perizinan, perlakuan khusus perbankan bagi UMKM mikro, serta pelatihan yang tepat guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM lokal,” jelas Johni.
Menanggapi itu, Menteri UMKM menyambut positif dan mendorong pemerintah daerah, khususnya NTT, untuk memperkuat fasilitas publik yang inklusif bagi UMKM. Bank NTT pun siap menyalurkan KUR hingga Rp200 miliar pada 2026 dengan pengawasan ketat agar pembiayaan tepat sasaran.
“Rapat ini menjadi titik temu kolaborasi strategis antar berbagai unsur pemerintah, BUMN, perbankan, dan komunitas UMKM untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Menteri Maman.
Wagub Johni juga menyampaikan bahwa Pemprov NTT akan membentuk tim kerja khusus untuk mengoordinasikan pembinaan UMKM dan penyaluran KUR, meningkatkan digitalisasi data UMKM, mempercepat legalisasi usaha, serta memperkuat pelatihan mutu produk guna memperluas akses pasar.
“Optimalisasi ruang promosi di bandara, pelabuhan, terminal, dan titik komersial strategis lainnya di NTT akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan UMKM lokal,” tegas Johni Asadoma.
Momentum rakor ini diharapkan menjadi dorongan baru bagi UMKM NTT untuk terus bertumbuh melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











