Lebih lanjut Yosef Lede juga menekankan pentingnya kerja sama antara PT Bhakti Alam dan Koperasi Merah Putih untuk mewujudkan penambangan yang tertib dan ramah lingkungan.
“Saya sangat mengharapkan agar tambang ini tidak amburadul. Harus ada sistem yang baik. Jika Koperasi Merah Putih dilibatkan dalam distribusi, akan ada kontribusi balik bagi desa. Dengan begitu, desa bisa ikut berkembang dan masyarakat mendapat manfaat nyata,” tegasnya.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan konsentrat PT Bhakti Alam secara resmi saya nyatakan dimulai. Semoga ini menjadi harapan baru bagi Kabupaten Kupang yang mandiri dan sejahtera,” Yosef Lede.
Sementara itu Kepala PLN, camat, kepala desa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya turut menyambut positif pembangunan ini. Mereka berharap kehadiran PT Bhakti Alam dapat menjadi contoh tata kelola tambang yang baik dan bertanggung jawab di Nusa Tenggara Timur.
Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang menuju pengelolaan tambang rakyat yang lebih profesional, terstruktur, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











