Namun demikian, produksi jagung di wilayah TTU masih sangat dipengaruhi kondisi musim. Sebagian besar lahan pertanian di daerah ini merupakan lahan kering yang sangat bergantung pada curah hujan.
“Karena curah hujan yang masih terbatas, untuk kuartal pertama tahun 2026 ini kita masih menunggu hasil panen sebelumnya. Setelah itu baru kita akan kembali melakukan penanaman,” kata Kompol Jemy.
Selain faktor iklim, keberhasilan produksi jagung juga dipengaruhi oleh penggunaan benih unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Dengan dukungan sarana pertanian seperti alat dan mesin pertanian, ketersediaan pupuk, serta pendampingan dari penyuluh pertanian, produktivitas jagung di Kabupaten TTU diharapkan dapat terus meningkat.
Melalui pengelolaan pertanian yang lebih baik serta kondisi musim yang mendukung, komoditas jagung di wilayah TTU diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











