Menurutnya, hasil sensus tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga menjadi rujukan bagi dunia usaha dalam pengembangan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penyusunan program pembangunan sesuai potensi masing-masing daerah.
“Tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk diperhitungkan dan tidak ada yang terlalu besar untuk diabaikan. Semua memiliki peran dalam membangun ekonomi Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, menegaskan bahwa data ekonomi yang akurat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kualitas data menjadi fondasi pembangunan yang berkualitas. Karena itu kami mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama mewujudkan pembangunan Nusa Tenggara Timur yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale, mengungkapkan sekitar 6.000 petugas akan diterjunkan ke seluruh wilayah NTT untuk mendata seluruh aktivitas usaha.
BPS berharap seluruh masyarakat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar karena seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi landasan penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan dunia usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











