ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rumah Retak, Bak Air Pecah, Warga Dobo Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

Avatar photo
Reporter : CR 1Editor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
dob
Trauma Gempa Belum Hilang, Warga Dobo Sikka Pilih Tidur di Luar Rumah dan Krisis Air ( Ist )

SIKKA, — fokusNusaTenggara.com  Gempa bumi tidak hanya meninggalkan keretakan pada rumah warga di Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Guncangan gempa juga membuat sejumlah bak penampungan air milik warga pecah. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang hingga kini masih dihantui trauma dan ketakutan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Dusun Dobo dihuni sekitar 33 kepala keluarga (KK) dengan 28 rumah. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding yang retak akibat guncangan.

Baca Juga :  Polda NTT Kerahkan 3.227 Personil Gabungan Untuk Amankan SEMANA SANTA 2026

Kerusakan tersebut membuat sebagian warga belum berani kembali tidur di dalam rumah. Mereka memilih bertahan di luar rumah dengan perlindungan seadanya, meski kondisi tersebut jauh dari rasa nyaman dan aman.

Saat warga ditemui di Dusun Dobo, sejumlah keluarga bersama anak-anak tampak berkumpul di bawah tempat perlindungan sementara yang dibuat menggunakan terpal.

Bagi warga, persoalan pascagempa kini bukan hanya soal kerusakan bangunan. Mereka juga menghadapi masalah lain yang tidak kalah mendesak, yakni keterbatasan air bersih.

Baca Juga :  Kapolda NTT Apresiasi Kepedulian Kapolres Rote Ndao Berikan Tongkat Bantu Jalan kepada Warga Batulilok

Bak Air Pecah, Air Bersih Makin Sulit

Salah seorang warga Dobo, Sergius Moa, mengatakan sejumlah bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan dan pecah akibat guncangan gempa.

“Bak air ada yang pecah akibat gempa. Sampai sekarang kami masih kesulitan mendapatkan air,” kata Sergius.

Menurutnya, persoalan air bersih menjadi semakin berat karena Dusun Dobo tidak memiliki sumber mata air. Selama ini warga mengandalkan air hujan atau membeli air yang didatangkan menggunakan mobil tangki.

Baca Juga :  Kabidhumas Polda NTT: Polri All Out Tangani Dampak Erupsi Gunung Lewotobi

“Di sini tidak ada mata air. Kami hanya mengandalkan air hujan dan kalau tidak ada, kami beli dari tangki,” ujarnya.

Rusaknya bak penampungan membuat warga kehilangan tempat untuk menyimpan air ketika pasokan tersedia. Mereka pun harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari minum, memasak, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Takut Kembali Tidur di Rumah

Di tengah persoalan air bersih, rasa takut juga masih menyelimuti warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

  • Bagikan