PAPUA, fokusnusatenggara.com — Aliansi Selamatkan Tanah Air atau SETARA menyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua kini. Pernyataan sikap itu disampaikan saat aksi mimbar bebas yang digelar di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).
Dalam rilis yang diterima Media ini, Penanggung Jawab Aksi Stenly Dambujai mengatakan, situasi di Tanah Papua semakin genting akibat ekspansi investasi, militerisasi, dan proyek pembangunan yang mengorbankan masyarakat adat Papua.
Menurutnya, berbagai proyek negara yang mengatasnamakan pembangunan menyebabkan perampasan ruang hidup, marginalisasi masyarakat adat, hingga pelanggaran hak asasi manusia.
“Apa yang ada dalam film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, itu menggambarkan situasi sosial-politik yang dialami masyarakat Papua selama puluhan tahun,” kata Stenly Dambujai.
Katanya, penggusuran tanah adat, kehadiran militer untuk mengawal investasi berskala besar, serta pembungkaman ruang demokrasi merupakan bentuk kolonialisme modern di Tanah Papua.
“Hutan bagi rakyat Papua bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi ruang spiritual, sumber identitas budaya, dan tempat keberlangsungan hidup generasi masa depan,” ucapnya.
Ia mengatakan, pembangunan di Tanah Papua dijalankan tanpa persetujuan masyarakat adat dan tanpa keadilan. Praktik kolonialisme modern di Tanah Papua melibatkan negara, militer, elit politik, dan korporasi nasional maupun internasional.
Aliansi SETARA menyatakan menolak PSN di Merauke, Papua Selatan dan seluruh Tanah Papua. Mendesak penghentian berbagai proyek investasi yang merusak lingkungan dan ruang hidup masyarakat adat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











