ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

“Top Ranger” Kupang Tembus Panggung Global, Inovasi BPBD Kota Kupang Dilirik Australia

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
“Top Ranger” Kupang Tembus Panggung Global, Inovasi BPBD Kota Kupang Dilirik Australia ( Ist)

KUPANG,fokusnusatenggara.com -Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menerima kunjungan Tim Program SIAP SIAGA bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia di ruang kerjanya, Selasa (21/4). Pertemuan ini menegaskan bahwa inovasi kebencanaan Kota Kupang, khususnya program “Top Ranger”, mulai mendapat perhatian serius dari mitra internasional.

Hadir dalam pertemuan tersebut Team Leader Program SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, Program Officer  Kedutaan Besar Australia, Yiyik Putri, NTT Area Manager Program, Silvia Fanggidae, Program Policy Officer Siap Siaga NTT, Selvister Ndaparoka. Turut mendampingi Sekda dalam pertemuan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Elsje W. A. Sjioen, S.Sos, M.Si,

Dalam diskusi tersebut, “Top Ranger” menjadi sorotan utama. Program ini merupakan proyek inovasi yang digagas oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, sebagai bagian dari proyek perubahan dalam Diklat PIM II Pejabat Tinggi Pratama. Dirancang sebagai sistem respons cepat berbasis masyarakat, “Top Ranger” mengintegrasikan teknologi, penguatan SOP, serta keterlibatan warga dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga :  ASN Pemkot Kupang Tata Boulevard Jalan El Tari

Tim SIAP SIAGA menilai pendekatan tersebut sebagai inovasi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk direplikasi di daerah lain, bahkan lintas negara.

Team Leader Program SIAP SIAGA, Lucy Dickinson menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak tahun 2020. “Kota Kupang selalu menghadirkan ide-ide baru dan inovasi yang menarik. Ini bukan hanya bermanfaat untuk daerah ini, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran bagi tempat lain,” ujarnya.

  • Bagikan