Sementara itu, Program Officer Kedutaan Besar Australia, Iyik Putri menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah prioritas dalam kemitraan Indonesia–Australia, dengan fokus pada penguatan ketangguhan masyarakat di berbagai sektor.
Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt,SH, menegaskan bahwa lahirnya inovasi seperti “Top Ranger” tidak terlepas dari tekanan nyata yang dihadapi daerah akibat perubahan iklim dan pengalaman bencana sebelumnya. “Kita dihadapkan pada kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Situasi ini memaksa kita untuk tidak biasa-biasa saja. Kita harus berinovasi, membangun sistem yang cepat, adaptif, dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Top Ranger” akan terus dikembangkan, tidak hanya sebagai sistem tanggap darurat, tetapi juga sebagai platform layanan yang lebih luas, termasuk distribusi logistik dan dukungan sosial bagi masyarakat terdampak.
“Kita tidak ingin inovasi ini berhenti. Kita bangun pola dasarnya, kita standarkan, lalu kita kembangkan untuk berbagai kebutuhan. Ini bisa menjadi solusi lintas sektor,” jelasnya.
Lebih jauh, Sekda juga mengajak masyarakat dan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam membangun budaya kesiapsiagaan, mengingat pengalaman bencana telah menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











