ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kadis PUPR Provinsi NTT Paparkan Capaian Progres Pembangunan Infrastruktur Strategis Sepanjang Tahun 2025

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memaparkan capaian serta progres pembangunan infrastruktur strategis sepanjang Tahun Anggaran 2025.

Paparan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan dasar, konektivitas wilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. Beny Nahak, MT, menyampaikan hal tersebut dalam forum publik yang digelar di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT, Selasa (13/1/2026).

“Tahun 2025 kami fokus pada tiga sektor utama, yakni sistem penyediaan air minum, sumber daya air dan irigasi, serta infrastruktur jalan provinsi. Ketiganya merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Desa Karang Indah kembali Masuk Kabupaten Sumba Barat Daya

Pendapatan Air Bersih Naik 124 Persen:

Pada sektor air bersih, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SPAM Provinsi NTT berhasil mengembangkan jaringan distribusi air minum di Kota Kupang dengan total investasi sebesar Rp1,719 miliar. Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kantor Gubernur, rumah sakit, dan sejumlah fasilitas publik.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Mampu Menjadi Market

Realisasi fisik dan keuangan proyek tersebut menunjukkan progres signifikan. Dampaknya, pendapatan dari layanan air bersih pada 2025 tercatat meningkat hingga 124 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dukung Ketahanan Pangan Lewat Irigasi:

Di sektor sumber daya air, Dinas PUPR NTT melaksanakan berbagai kegiatan strategis berupa survei, investigasi, dan desain (SID) daerah irigasi dan embung di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Manggarai Barat dan Timor Tengah Utara.

Baca Juga :  NTT Alami Deflasi 0,49 Persen Pada Bulan September 2019

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, terutama untuk menjamin ketersediaan air pertanian pada musim kemarau. Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi embung serta sumur bor di berbagai daerah juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan membuka potensi ekonomi lokal.” Ujar kadis Beni.

46,92 Kilometer Jalan Provinsi Ditangani:

Selanjutnya Pada sektor jalan, Bidang Bina Marga mencatat penanganan ruas jalan provinsi sepanjang 46,92 kilometer sepanjang 2025, melalui kegiatan pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, dan rekonstruksi.

  • Bagikan