ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kadis PUPR Provinsi NTT Paparkan Capaian Progres Pembangunan Infrastruktur Strategis Sepanjang Tahun 2025

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Total panjang jalan provinsi di NTT saat ini mencapai 2.687,31 kilometer, dengan persentase jalan mantap yang terus meningkat. Sebanyak 33 paket pekerjaan jalan ditangani dengan total anggaran sekitar Rp96,5 miliar, tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di NTT, mulai dari Kota Kupang, wilayah Flores, Sumba, Alor, Rote, Sabu Raijua, hingga Timor.

Infrastruktur untuk Stunting dan Kemiskinan:

Selain pembangunan fisik, Dinas PUPR NTT juga memaparkan capaian program strategis melalui poster dan banner informasi. Data Kontrak Bidang Cipta Karya Tahun 2025 mencatat 11 paket pekerjaan dengan nilai anggaran lebih dari Rp2,006 miliar, yang didominasi pengembangan jaringan perpipaan air bersih, penyusunan Detail Engineering Design (DED), serta studi kelayakan SPAM.

Baca Juga :  Pemkab Ende Sedang Cari Peserta Klaster Gowa Untuk Rapid Test

Program-program tersebut secara khusus menyasar wilayah prioritas penanganan stunting dan kemiskinan, menegaskan peran infrastruktur dasar sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup masyarakat.” Urainya.

Penataan Ruang dan Jasa Konstruksi

Lebih lanjut Di bidang penataan ruang, Dinas PUPR NTT melakukan sosialisasi regulasi dan pedoman penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di klaster Timor, Sumba, dan Flores, serta memfasilitasi pembahasan RTRW di Kabupaten Sumba Timur dan Rote Ndao.

Baca Juga :  Mantan Kapolda NTT Pastikan Rekrutmen Catar Akpol 2024 Sesuai Prosedur

Sementara itu, Bidang Bina Konstruksi menjalankan pengawasan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi lintas kabupaten/kota. Dari target 22 paket pekerjaan, realisasi pengawasan mencapai 12,73 persen, disertai Focus Group Discussion (FGD) dan program sertifikasi tenaga ahli untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia konstruksi di NTT.

Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga melaporkan realisasi bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang telah mencapai 100 persen di sejumlah lokasi, serta penyusunan Naskah Akademik Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

Baca Juga :  Diduga Palsukan AJB, Baba Siheng Dikabarkan Jadi Tersangka

Bangun NTT Secara Berkelanjutan:

Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur 2025 diarahkan pada pemerataan layanan dasar, penguatan konektivitas antarwilayah, dan keberlanjutan pembangunan.

“Seluruh program ini menjadi bagian dari semangat Bangun NTT melalui pembangunan yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat,” katanya.

  • Bagikan