KUPANG, fokusnusatenggara.com — Di balik kokohnya barak-barak Lantamal VII Kupang, di tengah semilir angin pesisir dan debur ombak Laut Timor, Laksamana Pertama TNI Irwan Sondang Parluhutan Siagian tak hanya memikirkan keamanan laut. Ia juga memikirkan sesuatu yang lebih tenang, lebih membumi yakni pangan.
Sejak diamanahkan memimpin Pangkalan Utama TNI AL Kupang pada Oktober 2024, Laksma Irwan tak henti membangun narasi baru: TNI AL tidak hanya jaga kedaulatan, tapi juga ikut menanam, memelihara, dan memberi makan.
“Kami bukan pengusaha, tapi kami ikut bergerak untuk bangsa,” ujarnya lugas saat diwawancarai media di Kupang.
Di bawah langit Nusa Tenggara Timur yang cerah dan panas, semangat swasembada pangan bergema dari Sabang sampai Merauke. Dalam visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran, tiap matra TNI mendapat tugas spesifik: TNI AD ke padi, Polri ke jagung, dan TNI AL? Di sinilah cerita dimulai.
“Karena kami dekat laut dan lahannya sempit, maka kami arahkan fokus ke kedelai, garam, dan rumput laut,” terang Danlantamal.
Dari Lahan Tidur ke Lumbung Hidup
Ada sebidang lahan di Kompleks Osmok, Kupang. Tidak luas — hanya sekitar 700 meter persegi — dan dulunya dibiarkan tidur, berbatu, dan tidak produktif. Kini, lahan itu mulai berubah. Greenhouse berdiri, cabai tumbuh perlahan, dan ikan air tawar berenang meski lele belum berkembang maksimal.
Tak jauh dari situ, sekitar 500 ekor ayam petelur mulai rutin menghasilkan. Telur-telur itu, sebagian besar dikonsumsi oleh prajurit, sisanya dijual ke warga sekitar.
“Kami juga mulai peternakan ayam di Amarasi Timur. Baru 100 ekor, tapi warga sudah berdatangan pesan telur,” kata Irwan dengan bangga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











