ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Krisis Air Bersih di Sumba Timur, Warga Curhat ke Cagub SPK: Lapar Bisa Tahan, Haus Tidak Bisa

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

WAINGAPU, fokusnusatenggara.com- Masalah pasokan air bersih di wilayah Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur tak kunjung usai. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kampung Kalu ini tidak mendapat pasokan air bersih sebagai kebutuhan pokok mereka.

Hal ini terungkap saat calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi mengunjungi kampung tersebut pada Selasa, 12 November 2024.

Simon Petrus Kamlasi ke Kampung Kalu itu didampingi Ketua Pemenangan paket SIAGA, Kristo Blasin dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTT, Anwar Hajral. Mereka disambut puluhan warga Kampung Kalu.

Baca Juga :  Paket SIAGA Kampanye Akbar di Kupang Disertai Hiburan Rakyat dan Band Legenda Jamrud

Ketua Rukun Tetangga (RT) 16, Tay Nggalanawu di hadapan calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi tak memungkiri persoalan tersebut. Nggalanawu mengakui hampir 95 persen masyarakat di Kampung Kalu mengeluh air bersih.

Selama ini, tutur dia, air bersih yang didapatkan oleh masyarakat setempat yakni dengan cara membeli air tanki. Terbukti, terang dia, sedari pagi hingga malam, truk tanki bermuatan air bersih terlihat wara-wiri di jalanan sekitar Kampung Kalu.

Baca Juga :  5 Juniornya Masuk Kabinet Prabowo, SPK: Mereka Akan Bantu NTT Jika Saya Telepon

“Kami lihat progam Bapak Simon Petrus Kamlasi soal air bersih ini sangat bagus bagi kami. Sehingga kami siap coblos Paket SIAGA nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrinus Garu di Pilgub NTT. Kami hanya bisa beli tanki atau isi galon,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Ngganalawu, beberapa warga yang tidak sanggup membeli air tanki, harus mengeluarkan dana untuk membeli air galon isi ulang setiap harinya.

Baca Juga :  Warga TTS Diminta Jadi Garda Terdepan Untuk Kemenangan Paket SIAGA

“Di kami sini ada airnya tapi asin. Warga hanya bisa cuci pakaian dan mandi. Sementara masak dan minum tidak bisa. Lapar bisa tahan, haus tidak bisa. Haus kalau tahan, bisa mati” ungkap dia penuh haru.

  • Bagikan