ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Sirih Pinang Menyatukan SPK dan Warga Kolbano di Pasar Ofu

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

TTS,fokusnusatenggara.com- Budaya merupakan perekat yang sangat kuat untuk menyatukan keragaman. Sebab budaya lahir dari kebiasaan turun temurun kelompok atau komunitas masyarakat di suatu daerah.

Di pulau Timor, Rote dan Sabu (Tirosa), budaya makan sirih pinang begitu mendarah daging.

Bukan soal rasa atau kelezatan buah sirih dan pinang, tetapi lebih dari itu makna kebersamaan tersirat di balik kegitan mengunyah sirih, pinang dan kapur.

Baca Juga :  Tatap Muka dengan Masyarakat Pesisir, SPK Sampaikan Niat untuk Persiapkan Anak NTT Menjadi Perwira

Bagi masyarakat Tirosa, sirih pinang merupakan media utama dalam merajut kekerabatan dan membina keakraban.

Tidak heran jika calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) diterima dengan penuh keakraban saat berkampanye di kabupaten TTS. Karena sang Jenderal Air ini tidak melupakan budaya makan sirih pinang.

Empat hari melakukan safari politik di kampung halaman leluhurnya di TTS, Calon gubernur NTT nomor urut tiga (3) mampir di sebuah pasar tradisional di Desa Ofu.

Baca Juga :  Relawan FirmanMU Sosialisasi Program Kerja Di Ajang CFD

Saat turun dari mobil, warga begitu antusias memyambut SPK. Pekikan SIAGA menang menggelegar dari setiap sudut pasar.

Calon Gubernur NTT yang konsen membangun air ini menyusuri setiap lorong pasar dan memborong sirih pinang yang dijajakan para pedagang.

Para pedagang berebutan untuk berswafoto dengan SPK.  Suasana begitu riuh rendah.

  • Bagikan