“Saya dan Ibu Wakil Wali Kota tidak membeli mobil dinas baru. Mobil yang kami pakai adalah kendaraan pemimpin sebelumnya. Kami perbaiki dan gunakan kembali untuk berhemat. Dari situ kami bisa menghemat anggaran hingga miliaran rupiah yang bisa dialihkan untuk kebutuhan rakyat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mengedepankan semangat pengorbanan, gotong royong, dan kolaborasi. Ia mengutip pepatah bijak yang mengingatkan pentingnya berjalan bersama untuk mencapai tujuan yang lebih jauh. “Kalau Anda mau berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tapi kalau Anda ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan oleh alumni, komunitas, dan masyarakatlah yang membuat Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur tetap bercahaya,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh alumni Syuradikara atas karya nyata dan kontribusi mereka bagi masyarakat, pendidikan, dan kemanusiaan.
Ketua IAS Nusantara dalam sambutannya, menyampaikan penghormatan kepada seluruh tamu, para pastor, dan para senior yang hadir, serta menegaskan bahwa semangat kebersamaan alumni Syuradikara memiliki kekuatan yang luar biasa. “Syuradikara itu satu kata, tapi magic-nya luar biasa. Kata ‘Syuradikara’ membuat kita malam ini bisa berkumpul tanpa batas. Kita tidak sekadar tamat dari Syuradikara, tapi rasa memiliki itu yang harus kita gaungkan bersama. Hari ini kita tidak berlomba, tetapi membangun semangat untuk melakukan sesuatu bagi Syuradikara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua IAS menegaskan pentingnya menanamkan rasa memiliki terhadap almamater dengan tindakan nyata. Ia juga mengingatkan bahwa Syuradikara akan memasuki usia 75 tahun, sementara Seminari St. Paulus Ledalero sebagai lembaga induk akan berusia 150 tahun, dua momentum penting yang perlu dijadikan ajang refleksi dan pengabdian. “Mari terus menjadi pahlawan utama di bidang masing-masing. Teruslah berbuat baik, meskipun besok mereka akan lupa. Gaungkan Syuradikara di mana pun kita berada, karena dari Syuradikara kita belajar menjadi manusia yang membawa terang bagi sesama,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Reuni Nasional IAS 2025, Giovani Himan, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa reuni nasional kali ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan dukungan 70 panitia lokal IAS Kupang. Acara puncak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 16 Oktober, meliputi ziarah rohani di Porta Sancta Oebelo, rekreasi lintas angkatan, serta bakti sosial berupa pengobatan gratis di Kuasi St. Petrus Haukoto Kupang.
Giovani juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengusung tema “IAS Kupang Menyambut, Nusantara Merayakan. Ayo Bangun NTT!”, yang mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial alumni Syuradikara terhadap kemajuan daerah. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni, donatur, serta mitra yang telah mendukung kegiatan ini hingga berjalan sukses dan penuh makna
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











