ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Ajak Masyarakat dan Gereja Bersinergi Dukung Program Prioritas Pemerintah

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —   Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri acara penutupan Bulan Budaya Jemaat GMIT Koinonia Kupang, Jumat (30/5) bertempat di halaman GMIT Koinonia Kupang. Turut hadir Ketua Majelis Jemaat Koinonia Kupang, Pdt. Dorkas, Ndolu Aduhaning, S.Th, bersama para Pendeta GMIT Koinonia Kupang, Anggota DPD RI dapil NTT, Abraham Paul Liyanto, Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi 2025 Dan HUT ke 100 GMIT Jemaat Koinonia Kupang Tahun 2025, Chris Lake, Lurah Kuanino, Plt. Lurah Nunleu, para presbiter serta para peserta festival budaya.

Baca Juga :  Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa GMIT Koinonia telah menjadi bagian dari harapan pembangunan Kota Kupang. Gereja ini bukan hanya rumah ibadah, tapi juga telah melahirkan banyak pemikir, tokoh masyarakat, dan kader terbaik yang berkontribusi dalam pembangunan kota ini. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata gereja dalam pembangunan Kota Kupang selama ini.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa Kota Kupang sebagai daerah otonom bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tentang menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengakui bahwa Jemaat GMIT Koinonia telah membantu pemerintah dalam mewujudkan kebijakan pro-rakyat melalui berbagai program sosial dan budaya.

Baca Juga :  Ramaikan Pilkada Kota, Fery Natun Lamar Ke PDIP

Menggunakan metafora kapal, dr. Christian menggambarkan GMIT Koinonia sebagai kapal yang tidak hanya cantik saat bersandar di dermaga, tetapi telah berlayar dan berdampak luas bagi masyarakat sekitar. “Kita ini bukan dibuat untuk gagah-gagahan, tapi untuk menembus gelombang tantangan bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung program prioritas pemerintah, seperti kebersihan kota dan pengelolaan sampah. Ia meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Kami butuh bantuan gotong royong. Ada 1.700 RT di Kota Kupang. Saya ingin setiap RT punya tempat sampah. Oleh karena itu pemerintah berharap semua pihak bisa berkontribusi,” ucapnya.

Baca Juga :  Wakil Walikota Lantik Pejabat Sekretaris Daerah Kota Kupang

Wali Kota juga mengapresiasi dukungan gereja terhadap program pemberdayaan UMKM melalui penyelenggaraan festival budaya yang mempertemukan unsur iman dan budaya, yang diyakininya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Di mana orang berkumpul, di situ ekonomi bertumbuh. Kebudayaan tanpa iman akan kehilangan arah. Iman tanpa budaya kehilangan akar. Maka keduanya harus berjalan bersama,” tegasnya.

  • Bagikan