ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wakil Wali Kota Kupang Serena Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Teknologi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
DOR
Wakil Wali Kota Kupang Serena Dorong Anak Muda Jadi Pencipta Teknologi ( Prokompim )

Pemerintah Kota Kupang, lanjut Serena, berkomitmen mendukung ruang-ruang kreatif dan pengembangan teknologi bagi generasi muda agar akses terhadap pendidikan teknologi semakin terbuka luas di NTT.

Sementara itu, Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa minimnya minat dan literasi robotik di NTT menjadi alasan utama lahirnya Filosi Robotic Competition 2026. Kompetisi ini dirancang terbuka mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum. “Ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan memperkenalkan teknologi sejak dini kepada anak-anak dan generasi muda di NTT,” jelasnya.

Beragam kategori lomba disiapkan sesuai jenjang pendidikan. Peserta tingkat SD akan diperkenalkan pada perakitan robot sederhana berbasis permainan edukatif, tingkat SMP membuat smart obstacle car atau mobil penghindar rintangan, sementara tingkat SMA ditantang menciptakan sistem robotik yang mampu menjawab persoalan di NTT. Untuk kategori umum, peserta akan mengikuti lomba line follower.

Baca Juga :  Perdana, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Ibadah Penyegaran Iman ASN Pemkot Kupang

Erwin menambahkan, seluruh peserta juga mendapatkan akses workshop gratis sebelum kompetisi berlangsung. Pelatihan tersebut menghadirkan pembimbing dari sejumlah perguruan tinggi di NTT seperti Undana, Unwira, dan Unimor guna membantu peserta memahami dasar robotika, coding, hingga demonstrasi teknologi.

Koordinator Satpel BPVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, turut menyampaikan bahwa kehadiran kompetisi seperti ini sangat penting dalam membangun sumber daya manusia di bidang teknologi di NTT. Menurutnya, tantangan terbesar selama ini adalah masih adanya anggapan bahwa robotik merupakan bidang yang rumit dan mahal.

Baca Juga :  Demokrat NTT Latih Kader Terampil Bermedsos Kampanyekan AHY

Namun, melalui berbagai demonstrasi teknologi sederhana seperti tempat sampah otomatis dan sistem rumah pintar, minat pelajar terhadap robotika mulai tumbuh signifikan.

Usai membuka kegiatan Wakil Wali Kota bersama tamu undangan lainnya berkesempatan melihat secara langsung hasil karya robotic yang ditampilkan para peserta. Kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem teknologi yang kuat sekaligus membuka jalan lahirnya generasi muda NTT yang siap bersaing di masa depan

  • Bagikan