Ia juga menyampaikan upaya pembenahan Taman Nostalgia sebagai ruang publik, di antaranya dengan penyediaan lampu penerangan. Selain itu, pemerintah mendorong program Sunday Market atau “Saboak Koepan” sebagai wadah bagi UMKM untuk memasarkan produk secara bergantian, gratis, dan terbuka bagi semua pelaku usaha.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota kembali mengucapkan selamat ulang tahun ke-139 kepada Jemaat GMIT Maranatha Oebufu. Ia berharap gereja terus bertumbuh dalam kasih, menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, serta membawa dampak nyata bagi sesama.
“Langkah-langkah ini mungkin kecil dan belum sempurna, tetapi dari hal-hal kecil itulah harapan tumbuh. Karena pemerintah adalah melayani. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati dan menyertai pelayanan jemaat ini agar terus menjadi berkat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Maranatha Oebufu, Pdt. Yusuf Nakmofa, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh tamu undangan, Majelis Sinode GMIT, pelayan se-Klasis Kota Kupang Timur, pemerintah Kota Kupang, serta keluarga-keluarga perintis jemaat yang tetap setia menopang persekutuan hingga mencapai usia 139 tahun. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan bazar UMKM Jemaat Maranatha berhasil menghadirkan 26 pelaku UMKM lokal dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan ke depan.
Pdt. Yusuf Nakmofa menambahkan, sebagai bagian dari rangkaian perayaan, dilaksanakan pula peletakan batu pertama pembangunan pastori sebagai wujud komitmen jemaat dalam memperkuat pelayanan. “Modal utama kita adalah persekutuan. Dengan semangat kebersamaan, kita yakin Tuhan berjalan bersama kita,” ungkapnya.
Ketua Panitia perayaan Ibadah Syukur 139 Tahun Jemaat GMIT Maranatha Oebufu, Stef Manongga, dalam laporannya mengangkat tema dari Ibrani 10:24, “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Menurutnya, tema ini mengajak jemaat tidak hanya beribadah di dalam gedung gereja, tetapi juga menghadirkan kasih, kepedulian, dan karya nyata yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ia menegaskan perayaan ulang tahun ini menjadi momentum untuk mengingat penyertaan Tuhan sejak berdirinya jemaat pada 1886, mempererat persatuan sebagai tubuh Kristus, mendorong pertumbuhan iman, serta memulai langkah strategis pelayanan termasuk pembangunan fasilitas penunjang.
Stef melaporkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain ibadah syukur sebagai puncak perayaan, penyusunan skema pembangunan gedung serbaguna dan rumah pastori IV yang ditandai dengan peletakan batu pertama, serta pameran UMKM jemaat yang diikuti 26 pelaku usaha dengan transaksi mencapai Rp42,8 juta dalam tiga hari.
Selain itu, panitia juga menggelar futsal antarpos pelayanan, lomba kreatif, jalan sehat sambil memungut sampah, hingga berbagai kegiatan untuk anak-anak dan kaum ibu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Majelis Jemaat, seluruh warga jemaat, mitra pelayanan, donatur, serta Pemerintah Kota Kupang atas dukungan nyata bagi pelayanan gereja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











