“Melalui program InJourney Airports Lawan Stunting, kami ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami percaya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.
Ia berharap pendampingan selama tiga bulan mampu memberikan hasil yang optimal terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak penerima manfaat sehingga angka stunting di Kota Kupang dapat terus ditekan.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dukungan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan masalah gizi di daerah.
Melalui pendekatan pendampingan yang berkesinambungan, kebutuhan nutrisi setiap balita diharapkan dapat dipenuhi sesuai kondisi masing-masing sehingga hasil intervensi menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan dengan pemerintah dan tenaga kesehatan, perusahaan berharap program InJourney Airports Lawan Stunting menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Nusa Tenggara Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











