Pada tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian melalui Kepala BNPP RI dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mengatakan, kesepakatan pembukaan jalur perlintasan antar negara sebelumnya telah dicapai pada Jumat ( 7/3/2025) melalui pertemuan antara Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Dr. Nurdin dan Direktur Autoridade Alfandega (Otoritas Bea Cukai) Oecusse, Timor Leste, Joaquim Gonsalves Dos Reis
Pembukaan jalur aktivtas antar kedua negara ini diharapkan akan mengurangi pelintasan melalui jalur ilegal.
“Kita ingin Napan dan Oecusse bertumbuh seperti PLBN lainnya, menjadi komitmen awal kedua negara memperlancar perlintasan orang dan barang. Kita punya 15 PLBN, dimana 4 diantaranya berada di Provinsi NTT, pasca launching perdana ini. Mendagri RI sebagai Pengelola BPPN berharap dibukanya PLBN Napan menandai sinergi antar kedua negara seiring dibukanya jalur perbatasan. Mari tingkatkan ekonomi dan akses yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten serta otorita Oecusse di Napan. Mudah- mudahan akan naik dari tipe B ke A, dan memberi manfaat finansial bagi masyarakat,” tambah Makhruzi Rahman.
Sementara, Presidente Autoridade Raeoa RDTL, Dr. Rogerio Tiago Fatima Lobato menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dan Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman.
“Kita berharap, pembukaan pintu perbatasan akan mengembangkan ekonomi dan semakin mempererat hubungan persaudaraan antar kedua negara,” ucapnya.
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo pada kesempatan yang sama mengatakan, PLBN Napan berperan strategis di aspek pertahanan dan peningkatan ekonomi bagi Kabupaten TTU.
“Sejak pembangunannya, manfaat positif dirasakan oleh masyatakat, sehingga kami berkomitmen memberi multi player effect kepada masyarakat, salah satunya di sektor pariwisata dengan menghadirkan UMKM lokal di kawasan ini. Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten TTU untuk memanfaatkan peluang-peluang dengan dibukanya PLBN Napan dan dihimbau tidak lagi melalui jalur ilegal,” imbuhnya.
Hadir pada acara itu, Direktur Manajemen Resiko Anes Doni, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, Dirut Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Suhendra, Pejabat Badan Karantina Indonesia, Karo Kerjasama Polri, Pejabat BNPP RI, Pejabat Imigrasi RDTL, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonzalves, Ketua DPRD Kabupaten TTU, Hendrikus F. Bana, Jajaran Forkopimda Kabupaten TTU, Kepala BPPD Provinsi NTT, Maksi Nenabu, Kepala DLKH Provinsi NTT, Ondy Siagian dan tokoh masyarakat kedua negara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











