“ Tekad kami jelas. Akan tembak mati para kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang kampanye di Papua tengah. Setelah papua merdeka baru akan ada pemilihan Kepala Daerah ,” tegas Sebby Sambom.
Dia menyebutkan pengungsian terjadi menyusul konflik bersenjata dan operasi militer Indonesia terhadap warga sipil yang berujung tragedi kemanusiaan. Pilkada di Papua Tengah dinilai sama saja dengan membawa rakyat Papua menari-nari di atas penderitaannya yang sudah dan sedang terjadi akibat operasi militer.
Terkait dengan hal tersebut, pihak Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB menghimbau seluruh panglima di 36 Kodap di tanah Papua segera memboikot Pemilu.
“ Perjuangan OPM bukan sekadar melawan aparat keamanan Indonesia tetapi juga melawan sistem negara dalam semua aspek pemerintahan ,” katanya.
Langkah keinginan memboikot pilkada kata Seby karena melalui sistem dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dinilai berujung hak-hak masyarakat adat atas tanah, air, dan udara diambil alih sepihak Indonesia tanpa.
Padahal, kata Sebby, dari hak-hak itu pemilik hak ulayat menggantungkan harapan hidupnya seperti mencari makanan, berkebun maupun berburu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











