KUPANG, fokusnusatenggara.com — Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Murry Miranda mengatakan bertugas sebagai polisi haruslah siap ditempatkan dimana saja. Terkadang seorang polisi harus rela meningglkan kampung kelahiran dan harus bertugas diwilayah yang sulit.
“ Sebagai abdi negara, anggota polri, harus siap ditempatkan dimana saja. Seperti beta sendiri, dulunya ditugaskan di Rote Ndao NTT sebagai Kapolres selama 3 tahun ( 2015 -2018). Beta laksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat seperti biasa. Prinsip Beta, dimana bumi dipidengan dipijak, langit juga harus dijunjung ,” kata Kombes Pol Murry Miranda denbgan gaya dialek Kupang belum lama ini.
Karena itu jelas Kombes Murry, ketika dimutasi dari Maluku Utara ke Polda NTT, 29 Desember 2024 lalu, merasa bangga dan senang karena kembali ke rumah sendiri.
“ Beta bangga karena dipercayakan kembali bertugas di NTT. Beta anggap ini kembali ke rumah. Karena itu beta harus memberikan pelayanan yang terbaik dirumah sendiri. Karena itu harus bekerja dengan tulus, iklas, jujur melayani mengabdi dengan hati. ,” jelas Kombes Murry.
Karena masyarakat itu adalah rajanya saya. Bukan dibawah dari saya. Saya harus melayani, bukan minta dilayani
Masyarakat Sebagai Raja
Ketika betugas di Rote Ndao, Kombes Murry Miranda dalam pelayanannya mengganggap masyarakat itu sebagai Raja.
“ Dalam tugas pelayanan di Rote Ndao kala itu, beta anggap masyarakat itu rajanya beta. Karena sebagai raja, beta harus layani dengan baik. Mereka bukan dibawah dari beta. Beta harus melayani, bukan minta dilayani ,” kata Kombes Pol Murry Miranda.
Pesan Kamtibmas di Mimbar Gereja
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, setiap hari minggu lanjut Kombes Murry Miranda, selalu mengunjungi gereja dan memberikan pesan kamtibmas kepada jemaat diatas mimbar. Semua gereja yang tersebar di 11 Kecamatan telah didatangi. Bahkan ada gereja yang sudah dikunjungi lebih dari tiga kali.
“ Selama bertugas di Rote Ndao setiap minggu secara bergilir beta mampir memantau kegiatan jemaat beribadah. Begitu selesai ibadat, Pendeta atau Romo mengizinkan beta keatas mimbar gereja, memberikan pesan kamtibmas. Mungkin karena pesan kamtibmas menentu umat, saat itu Romo Stef Mau memeluk saya diatas mimbar ,” ungkap Kombes Pol Murry Miranda.
Selain pesan kamtibmas di mimbar gereja, Kombes Pol Murry Miranda juga selalu berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan sosial baik itu suka dan duka. Untuk kedukaan, dia selalu hadir memberikan pengiburan.
“ Seperti kegiatan sosial, beta selalu membantu. Hanya saja bantuan itu tidak beta ungkapkan. Ibarat tangan kanan memberi tangan kanan tidak boleh tahu. Di beta punya agama, islam, itu namanya Riak ,” sebut Kombes Pol Murry Miranda
Paku dan Ikut Gotong Peti Jenasah
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











